Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Mei 2018 | 02.05 WIB

Didiet Mualana Tuangkan Motif Tenun Ikat dalam Tumbler dan Boneka

Konferensi Press Peluncuran Koleksi Marchandise Didiet Maulana dengan Starbucks, Di Plaza Indonesia Senin (14/5). - Image

Konferensi Press Peluncuran Koleksi Marchandise Didiet Maulana dengan Starbucks, Di Plaza Indonesia Senin (14/5).

JawaPos.com - Berkarya memang tak bisa dibatasi. Tak hanya lewat industri fashion, kali ini motif cantik kain tenun tertuang dengan apik dalam bentuk Merchandise. Seperti yang dilakukan Didiet Maulana lewat IKAT Indonesia, yang menuangkan motif kain tradisional tersebut ke dalam souvenir menarik seperti tumbler, tas, cup sleeve, clutch dan boneka.


Berkolaborasi dengan Starbuck, perancang yang lekat dengan DNA kain ikat tersebut terinspirasi dengan tema 'United In Diversity'. Secara garis besar tema tersebut melambangkan keragaman budaya Indonesia khususnya kekayaan tekstil. Bagi Didiet, tenun ikat sebagai kain lokal memiliki arti 'menyatukan' nilai budaya bangsa yang tertuang ke dalam beraneka warna.


"Kali ini saya menggunakan motif cepuk dari Nusa Penida Bali. Karena saya fikir motif tersebut mempunyai arti keragaman. Bisa dilihat dari warna-warna yang muncul sangat beragam, mulai coklat, biru, hijau semuanya ada. Masing-masing warna memiliki arti khusus yang mampu menyatukan," ucap Didiet saat konferensi press di gerai Starbucks Plaza Indonesia, Senin (14/5).


Desain motif ikat cepuk yang begitu elegan memiliki dominasi warna coklat. Bagi Didiet warna coklat mewakili biji kopi yang khas. Selain itu, terdapat coklat muda sebagai cerminan dari potensi kekayaan budaya yang dimiliki tanah Indonesia. Sedangkan warna kuning adalah simbol dari garis ekuator Indonesia yang memiliki iklim tropis.


Tak hanya itu, ia juga mengambil warna cerah lainnya seperti hijau yang berarti simbol optimisme dan warna alam. Sedangkan warna biru adalah simbol potensi maritim di Indonesia. Warna-warna tersebut merefleksikan simbol persatuan antara budaya, alam, dan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.


"Satu hal yang spesial pada karya marchandise ini adalah kolaborasi pertama saya dengan perusahaan kopi internasional sekelas Starbucks. Setelah melampaui proses panjang dan beberapa kali penolakan akhirnya saya berhasil membawa local brand ini ke dalam semething premium," lanjutnya.


Sementara itu, Anthony Chan selaku direktur Starbucks Indonesia menjelaskan kolaborasinya dengan Didiet Maulana dalam project ini sebab ia melihat potensi besar yang dimiliki desainer tenun ikat ini. "Hal ini merupakan suatu bentuk dukungan kami dalam mempromosikan motif ikat dengan sentuhan modern. Kami harapkan dapat menginspirasi masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih dekat kearifan budaya lokal. Aneka Merchandise ini bisa didapatkan di seluruh gerai Starbucks di Indonesia," terangnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore