Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Agustus 2018 | 21.25 WIB

Ladies, Ini 8 Tanda Menyakitkan Ketika Pria Sudah Tak Cinta Lagi

Ilustrasi. Pria akan memberikan tanda atau sinyal jika ia sudah tak cinta. - Image

Ilustrasi. Pria akan memberikan tanda atau sinyal jika ia sudah tak cinta.

JawaPos.com - Rasa cinta di hati seseorang bisa berubah kapan saja. Bisa karena jenuh atau punya pilihan lain yang membuat pasangan sudah tak cinta lagi.


Tentu kondisi itu menyedihkan dan menyakitkan. Semestinya jika Anda sudah mengenalnya dengan baik, maka bisa mengetahui gejala perubahan sikapnya.


Dilansir dari YourTango, Senin (27/8), ada delapan tanda menyedihkan yang menunjukkan sinyal pasangan sudah tak cinta lagi. Gejalanya sangat jelas dan patut dipertanyakan pasti ada sesuatu yang salah. Berikut ulasannya,


Lebih Sering Menghilang


Ketika pria sudah mulai sering muncul tenggelam tanpa kabar maka hati-hati dengan gejala itu. Wanita biasanya punya perasaan yang berbeda ketika pria mulai menghindar. Para ahli mengatakan bahwa pria yang jatuh cinta dengan istrinya pasti memilih pulang lebih cepat. Tetapi ketika pria sering pulang terlambat dan jarang menghabiskan akhir pekan bersama, artinya bisa saja dia punya rencana lain.


Dia Kehilangan Minat dalam Hidup Anda


Gejala ketika pacar atau suami mungkin tidak mencintai Anda lagi adalah jika dia menjadi semakin tidak tertarik pada kejadian sehari-hari dalam hidup Anda. Dia tidak lagi tertarik untuk mengetahui bagaimana hari-hari pasangannya. Dia tidak menanyakan tentang hobi dan apa yang sedang dilakukan. Tak memuji dan memperhatikan lagi dengan mengingatkan makan siang atau perhatian lainnya.


Mulai Tidak Menghargai


Suami atau pacar bisa memulai dengan perlakuan dan kata-kata yang kasar. Dia membuat komentar negatif dan mengkritik sepanjang waktu. Dia bahkan mulai secara verbal atau emosional menyalahkan kekasihnya. Paling ekstrem, dia mulai membandingkan Anda dengan wanita lain.


Tak Peduli Lagi Secara Fisik


Dia tidak lagi peduli dengan kebutuhan emosional dan fisik pasangannya. Malas berpelukan, mencium, bahkan berhubungan seks. Gairahnya benar-benar mati untuk memulai keintiman.


Adu Argumen Setiap Berkonflik


Cara dia menangani konflik berubah. Ketika seseorang jatuh cinta, pria biasanya lebih banyak mengalah. Namun, saat cinta mulai berkurang, resolusi konflik yang damai sulit tercapai. Dia menjadi acuh tak acuh dan dalam berdebat. Dia memilih beradu argumen sampai meruncing.


Tak Minat Bahas Komitmen


Dia membahas komitmen hubungan dengan cara yang negatif dan tanpa harapan. Nada suaranya juga akan berubah dari satu keingintahuan yang tulus hingga mencoba menghindar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore