Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Maret 2019 | 17.20 WIB

Tenun Toraja dan Sarung Kekinian Hadir di Indonesia Fashion Week

Pagelaran busana Indonesia Fashion Week, Sofia Sari Dewi X TorajaMelo X Toraja ‘Revisited Sarong by KOPIKKON’ oleh BEKRAF, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3). - Image

Pagelaran busana Indonesia Fashion Week, Sofia Sari Dewi X TorajaMelo X Toraja ‘Revisited Sarong by KOPIKKON’ oleh BEKRAF, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).

JawaPos.com - Keindahan perempuan dan pria memakai baju tradisional hadir dalam Indonesia Fashion Week 2019 di pagelaran ‘Revisited Sarong by KOPIKKON’ oleh BEKRAF. Pada ajang ini, kolaborasi Sofia Sari Dewi X TorajaMelo X Toraja menampilkan kebaya dengan tenun Toraja dan sarung kekinian.


Kebaya yang dipakai oleh para model pun sangat sederhana dengan lilitan kain di bagian perut serta sarung yang stylish. Sementara pria memakai kemeja oversized, selendang, sarung, dan sepatu boot yang cocok dipakai.


Terdapat warna-warna biru tua, maroon, hijau, kuning dan abu-abu membuat busana ini menampilkan keindahan kain tenun Toraja. Selama satu dekade eksistensinya, TorajaMelo telah meremajakan beberapa pola tekstil tenunan tangan Toraja, salah satunya adalah Pa'bunga bunga yang akan ditampilkan dalam pagelaran kali ini.


Ini adalah pertama kalinya motif tenun Toraja Pa’Bunga Bunga tampil di publik secara resmi. Sepuluh tahun yang lalu, hanya dua penenun tua yang bisa menenun teknik lompat lungsi dengan motif geometrik ini.


"Sekarang dengan berdirinya Koperasi Penenun Sa'dan Siangkaran sebagai mitra TorajaMelo, sudah banyak perempuan muda Toraja yang bisa menenun teknik ini," kata Dinny Jusuf, founder TorajaMelo, ketika ditemui di acara Indonesia Fashion Week, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).


Sofia Sari Dewi berkolaborasi dengan komunitas TorajaMelo x Toraja Utara sekaligus merayakan satu dekade keberhasilan TorajaMelo dalam melestarikan motif tenun Pa'Bunga Bunga Toraja yang nyaris punah. Desainer muda Sofia Sari Dewi, memiliki alasan sendiri mengangkat sarong (sarung) bertema ‘Urban Reborn’ dalam koleksinya.


"Sarung sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia sejak lama. Orang Indonesia terlihat anggun dan gagah saat mengenakan sarung," kata Sofia Sari Dewi, desainer, saat ditemui di acara yang sana.


Dengan mengangkat sarung menjadi sesuatu yang kekinian di ajang IFW 2019, ia berharap generasi muda mulai menerapkan #SarongIsOurLifestyle sebagai outfit-nya, serta bangga dengan jati dirinya. Di ajang IFW 2019, Sofia menggunakan sarung yang 'disulap' dalam outfit kekinian dalam 9 look, yaitu 5 untuk pria dan 4 untuk perempuan.


"Sarung bisa dimodifikasi tampil kekinian dan modis sehingga cocok dikenakan sebagai outfit harian," tambahnya.


Pada tahun 2018, Sofia juga memanaskan Indonesia Fashion Week berkolaborasi dengan komunitas Indigo Ikat Lango, Ngada dengan menghadirkan tenun dengan warna baru yang eksotik yaitu ‘Indigo Deep Blue Sea’. Karya itu terinspirasi dari kecintaannya terhadap kebudayaan di daerah Ngada, di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore