Ilustrasi perempuan sedang duduk berjauhan dengan seorang pria./Sumber Foto: (Pinterest/mindbodygreen)
JawaPos.com – Perempuan umumnya dicitrakan atau mencitrakan dirinya sebagai makhluk yang emosional, mudah menyerah, pasif, subjektif, lemah dalam matematika, mudah terpengaruh, lemah fisik.
Sedangkan laki-laki dicitrakan dan mencitrakan dirinya sebagai mahluk yang rasional, logis, mandiri, dan agresif.
Kepribadian, atau karakter, merupakan cara unik setiap individu berinteraksi dengan lingkungannya, didasarkan pada proses kognitif, emosional, dorongan, dan kebutuhan sosialnya.
Ini tercermin dalam pola perilaku yang terlihat atau tidak terlihat. Kepribadian dinamis, yang berarti akan terus berkembang, terutama saat masih dalam masa kanak-kanak karena pada waktu itu kepribadian sedang dalam proses pembentukan.
Faktor-faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Faktor internal meliputi aspek genetis atau keturunan yang diperoleh sejak lahir, sedangkan faktor eksternal melibatkan pengaruh lingkungan seperti keluarga, teman, tetangga, serta media internet.
Mengerti kepribadian perempuan merupakan hal penting untuk memahami diri sendiri dan orang lain, baik itu laki-laki maupun perempuan.
Menurut Eti Nurhayati dalam Jurnalnya berjudul “Memahami Psikologis Perempuan (Integrasi & Intercomplementer Perspektif Psikologi Dan Islam)” memandang psikologis perempuan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Independen
Psikologis perempuan itu dependen, berwatak mengasuh, dan merawat. Pandangan tersebut dianggap biasa karena sulit dibuktikan kebenarannya, sebab dalam realitas kehidupan cukup banyak laki-laki yang berwatak pengasuh, dan cukup banyak perempuan yang mandiri, tidak seperti yang dicitrakan secara baku dan kaku. Dengan demikian, ada beberapa bukti yang mendukung perbedaan tersebut, dan ada beberapa bukti bahwa perbedaan itu sangat tipis antara karakteristik psikologis perempuan dan laki-laki.
2. Selalu Mengalah
Kedua, psikologis perempuan selalu mengalah, menyetujui, menyesuaikan diri, dan menyenangkan orang lain. Perilaku kasar, asertif, suka berkelahi, dan agresif, termasuk agresif secara verbal dipandang sebagai citra laki-laki yang dibenarkan secara turun temurun antar generasi dalam struktur budaya sehingga mengilhami perilaku laki-laki. Dalam masyarakat perempuan dipandang sebagai makhluk lemah dan laki-laki dipandang agresif.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
