
ilustrasi pendaki perempuan
JawaPos.com - Mendaki menjadi aktivitas yang makin digemari oleh semua kalangan, tak terkecuali kaum perempuan.
Namun, terdapat kepercayaan yang masih dianut beberapa orang sehubungan dengan perempuan dan kegiatan mendaki.
Salah satu mitos yang tersebar adalah beruang dapat mencium darah haid dari kejauhan sehingga dapat melacak perempuan yang sedang haid.
Hal tersebut tentu membuat para pendaki perempuan makin ragu untuk melakukan perjalanan pendakian saat datang bulan.
Padahal, dikutip dari website yoona.id, jalan setapak yang digunakan sebagai jalur pendakian selalu berada jauh dari tempat hewan liar biasa berkeliaran. Selain itu, belum ada penjelasan secara ilmiah bahwa hewan buas secara khusus tertarik dengan darah haid perempuan.
Sebenarnya tidak ada larangan resmi bagi perempuan untuk mendaki gunung saat sedang haid. Namun, yang menjadi ketakutan adalah rasa tidak nyaman dan banyaknya kesulitan yang mungkin dialami jika mendaki gunung ketika haid.
Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa perempuan mengalami keluhan seperti kram perut, mudah lelah, hingga sakit kepala ketika berada di fase menstruasi. Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan para pendaki perempuan, sehingga ragu berkegiatan di alam bebas saat sedang haid.
Tips Mendaki Gunung Saat Haid
Sebagai perempuan, ada baiknya mencatat tanggal dan siklus menstruasi supaya bisa memilih waktu yang tepat untuk mendaki gunung. Namun bila kamu lupa melakukannya dan terlanjur berkomitmen, atau bahkan bila mendaki sudah menjadi profesimu, kamu harus memperhatikan beberapa sebelum memulai pendakian.
Melansir dari eigeradventure.com dan yoona.id, Berikut ini tips mendaki gunung saat haid untuk kamu para perempuan agar tetap aman dan nyaman:
1. Mempersiapkan Persediaan Pembalut yang Tepat
Dari semua jenis seperti pembalut, tampon, maupun menstrual cup, kamu perlu memilih yang sesuai dengan kenyamananmu. Serta bawalah dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhanmu.
Menstrual cup dan tampon umumnya lebih efektif digunakan saat sedang bepergian. Namun jika kamu nyaman menggunakan pembalut, pilihlah pembalut yang berukuran panjang dan memiliki daya serap tinggi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
