
pelajaran penting yang dapat dipetik dari kegagalan dan kesalahan./Pexels/ Liza Summer
JawaPos.com - Selama ini kita mungkin bertanya-tanya alasan orang bisa begitu sukses, tapi di sisi lain malah ada yang gagal dalam hidupnya.
Menurut psikologi, sukses atau gagal itu tak terjadi begitu saja. Sukses atau tidaknya seseorang adalah hasil kompilasi dari kebiasaannya sehari-hari.
Selama ini, secara tak sadar, Anda mungkin telah melakukan kebiasaan orang-orang yang rerata gagal. Senang menunda-nunda dalam melakukan sesuatu, takut mencoba hal baru, atau bahkan kalut dalam pikiran sendiri.
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut adalah 9 kebiasaan yang dilakukan orang gagal, menurut psikologi, dikutip dari Ideapod, Kamis (18/7). Jika Anda masih melaksanakan, hentikan sekarang juga!
1) Gemar menunda-nunda
Menunda-nunda merupakan perilaku yang umum, tetapi dapat berdampak besar terhadap kesuksesan kita dalam hidup.
Ini seperti efek domino. Anda menunda satu tugas, lalu tugas berikutnya, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda dibanjiri dengan setumpuk pekerjaan. Stres muncul, kinerja Anda menurun, dan kemajuan Anda terhenti.
Kebanyakan orang yang suka menunda-nunda tidak menyadari kerusakan yang mereka timbulkan hingga semuanya terlambat dan akhirnya gagal mencapai sesuatu.
2) Overthinking
Overthinking dapat melumpuhkan banyak hal. Ini dapat membuat Anda terjebak dalam siklus keragu-raguan, di mana pikiran Anda dipenuhi dengan banyak sekali "bagaimana jika" dan skenario terburuk. Akhirnya, tak ada aksi.
Berpikir berlebihan tidak mempersiapkan Anda untuk hidup; hal itu justru mencegah Anda menjalaninya. Mengenali dan mengatasi perilaku ini merupakan langkah penting untuk melangkah maju dalam hidup.
3) Berpikir negatif
Jika Anda terus-menerus berfokus pada hal yang negatif, kemungkinan besar itulah yang akan Anda terima sebagai balasannya. Sikap negatif dapat mengaburkan penilaian kita. Perilaku ini dapat membuat kita sangat sensitif terhadap segala bentuk kritik dan menutup mata terhadap peluang untuk berkembang.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pikiran negatif dapat menyebabkan demensia dan peningkatan risiko masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Pikiran negatif juga dapat memengaruhi kesehatan fisik, yang menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi dan bahkan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
4) Mengalihkan kesalahan

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
