Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 14.50 WIB

Jika Anda Menemukan Seseorang Memiliki 8 Ciri Ini, Biasanya Dia Jarang Memfollow Back di Instagram Menurut Psikologi

ilustrasi seseorang yang jarang memfollow back di instagram/  Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang jarang memfollow back di instagram/ Freepik

JawaPos.com - Menggunakan media sosial seperti Instagram memberikan peluang besar untuk terhubung dengan berbagai jenis orang.

Tapi, mungkin Anda pernah bertemu dengan beberapa orang yang sepertinya enggan untuk mem-follow back meski sudah di-follow.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (6/11), terdapat beberapa alasan psikologis di balik keputusan seseorang untuk tidak mem-follow back, dan memahami tanda-tanda atau ciri ini dapat membantu Anda lebih memahami sifat mereka.

Menurut beberapa pendekatan psikologi sosial, keengganan untuk mem-follow back sering kali berhubungan dengan kepribadian, pola pikir, atau motivasi tertentu.

Berikut ini adalah delapan ciri utama seseorang yang cenderung tidak mem-follow back di Instagram.

1. Cenderung Memiliki Kepribadian Individualis

Orang dengan kepribadian individualis cenderung lebih mandiri dan tidak terlalu peduli pada interaksi sosial atau ekspektasi orang lain.

Mereka mungkin memandang Instagram hanya sebagai platform untuk mengekspresikan diri atau memposting hal-hal pribadi, bukan untuk memperluas lingkaran sosial.

Bagi mereka, mem-follow back seseorang bukanlah prioritas karena fokus utamanya adalah pada hal-hal yang ingin mereka bagikan, bukan pada siapa yang melihatnya atau siapa yang mengikuti mereka.

2. Memiliki Kecenderungan Narcissistic (Narsistik)

Ciri lain dari seseorang yang jarang mem-follow back adalah kecenderungan narsistik.

Orang-orang dengan karakter narsistik umumnya menganggap diri mereka sebagai pusat perhatian dan cenderung memiliki jumlah followers yang lebih banyak daripada yang mereka ikuti.

Mereka ingin tetap "eksklusif" dan lebih menikmati kepuasan dari banyaknya orang yang mengagumi mereka daripada berinteraksi dengan mereka.

Narcissism dapat mendorong seseorang untuk mempertahankan “kekuasaan” dalam hubungan sosial, termasuk di media sosial.

3. Orang yang Sangat Selektif dalam Hubungan Sosial

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore