Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 04.25 WIB

7 Tips Membangun Personal Branding di Media Sosial, Mulai dari Menjadi Diri Sendiri hingga Menunjukkan Sisi yang Menarik

Ilustrasi orang yang sedang sibuk melakukan pekerjaan (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang sibuk melakukan pekerjaan (Freepik)

JawaPos.com - Personal branding merupakan sebuah proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap diri seseorang yang dipandang sebagai merek atau brand oleh target market.

Dengan kata lain, proses membentuk persepsi masyarakat akan diri seseorang yang meliputi kepribadiannya, kemampuan, dan aspek lainnya yang menciptakan persepsi positif di benak masyarakat serta dapat digunakan sebagai alat pemasaran.

Personal branding perlu dimiliki oleh individu untuk dapat bersaing di dunia kerja, menggapai pekerjaan, dan pengembangan profesi kerja.

Dengan personal branding yang kuat dapat mendorong individu dalam mengembangkan kemampuannya dan meningktakan self awareness, self-esteem, self-wroth, dan nilai positif lainnya. Sehingga dapat menjadi nilai pembeda atau keunikan seorang individu dari orang lain.

Seperti dilansir dari Digital Marketing Institute dan Forbes, berikut tujuh cara jitu untuk membangun personal branding.

1. Menjadi diri sendiri

Membangun personal branding bukan sebuah langkah yang mudah. Meskipun Anda ingin membangun citra profesional, penting untuk menunjukkan kepribadian Anda melalui unggahan media sosial. Tulislah dengan gaya bicara yang biasa Anda gunakan. Jadilah otentik. Jujur. Bicarakan hal-hal yang benar-benar penting bagi Anda (daripada mencoba mengikuti tren terkini). Dan jangan berpura-pura menjadi orang lain. Ini semua adalah bagian dari upaya memastikan citra Anda tetap konsisten.

2. Selalu memperbarui akun sosial media

Diperkirakan ada lebih dari 5 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia dan rata-rata orang menggunakan 6,7 jaringan sosial yang berbeda setiap bulan, menurut Datareportal.

Angka-angka tersebut menunjukkan adopsi platform sosial di berbagai kelompok usia dan lokasi. Namun, tidak setiap akun akan membantu membangun kehadiran Anda secara daring dan dengan begitu banyak jaringan yang harus diikuti, seberapa bergunakah masing-masing akun untuk kehebatan sosial?

Jadi, lakukan audit dan putuskan saluran media sosial mana yang akan difokuskan. Lalu hapus akun-akun lama yang tidak lagi Anda gunakan atau yang tidak lagi berguna bagi Anda.

Untuk jaringan yang akan Anda gunakan, pastikan semua informasi Anda akurat dan lengkap. Ini akan membantu Anda mengarahkan dan meningkatkan lalu lintas ke jaringan yang akan memamerkan Anda dan karya Anda.

3. Membagikan konten secara teratur

Pada masa-masa awal media sosial, semakin banyak Anda memposting, semakin banyak interaksi yang dapat Anda peroleh. Namun, saat ini, memposting secara berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan gangguan.

Anda ingin menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dengan audiens, tetapi Anda juga tidak ingin berbagi terlalu banyak sehingga Anda terlihat putus asa. Meskipun ada panduan tentang jumlah posting sosial yang optimal untuk bisnis besar seperti 3-5 posting seminggu di Instagram, 1 hingga 2 posting sehari di LinkedIn, dan 3 hingga 5 posting sehari di TikTok (lihat lebih lanjut dalam grafik di bawah dari Hootsuite), panduan ini tidak sejelas itu untuk perusahaan kecil atau personal branding. Jumlah optimal postingan media sosial bergantung pada industri, audiens, jumlah pengikut, dan sumber daya Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore