Ilustrasi- Pria tak bahagia. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda berhenti untuk bertanya-tanya mengapa Anda tidak sebahagia yang Anda bisa? Terkadang, bukan tantangan besar dan nyata dalam hidup yang menahan kita, melainkan kebiasaan, pola pikir, dan rutinitas kecil yang luput dari perhatian yang diam-diam menghancurkan kebahagiaan kita. Bagian yang sulit? Hal-hal ini begitu mendarah daging dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita sering tidak menyadari dampaknya. Dikutip dari hackspirit, berikut 7 hal dalam hidup yang tak disadari membuat orang tak bahagia.
1) Membandingkan diri Anda dengan orang lain
Ini adalah jebakan yang kita semua alami dari waktu ke waktu: membandingkan diri kita dengan orang lain. Tiba-tiba, kita menemukan diri kita terjebak dalam keadaan pikiran yang tidak bahagia, berharap kita memiliki apa yang tampaknya dimiliki orang lain. Baik itu karier, hubungan, atau bahkan liburan mereka yang layak untuk Instagram, perbandingan dapat menimbulkan ketidakpuasan. Soalnya, kita sering membandingkan behind the scenes kita dengan highlight reel orang lain. Kami mengukur yang terburuk dari yang terbaik, yang merupakan cara pasti untuk membuat kami tidak bahagia.
Di era media sosial di mana kehidupan setiap orang tampak sempurna, lebih penting dari sebelumnya untuk menyadari bahwa permainan perbandingan ini adalah permainan yang kalah. Solusinya? Yah, itu sederhana. Dalam kata-kata psikolog Dr. Jordan Peterson, "Bandingkan diri Anda dengan siapa Anda kemarin, bukan dengan siapa orang lain hari ini"
2) Mengabaikan perawatan diri
Saya telah belajar dengan cara yang sulit bahwa mengabaikan perawatan diri adalah jalan yang pasti menuju ketidakbahagiaan. Beberapa tahun yang lalu, saya benar-benar dibanjiri pekerjaan. Semangat Hack terus berkembang, dan saya mencoba mengikuti langkahnya. Saya berhenti berolahraga, makan apa pun yang nyaman (yang sering kali berarti makanan cepat saji), dan mengorbankan tidur selama lebih banyak jam kerja. Coba tebak apa yang terjadi? Suasana hatiku anjlok. Saya mudah tersinggung, lelah sepanjang waktu, dan umumnya tidak bahagia. Sedikit yang saya tahu pada saat itu, ini sudah bisa diduga. Seperti dicatat oleh orang-orang di Psych Central, kurangnya perawatan diri dikaitkan dengan semua hal ini-energi rendah, kurang sabar, merasa putus asa… Bagaimanapun, saat itulah saya menyadari bahwa perawatan diri bukanlah barang mewah; itu suatu keharusan.
Menjaga kesehatan fisik kita melalui nutrisi yang tepat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup merupakan aspek mendasar dari kebahagiaan kita. Seperti kata pepatah, "Anda tidak bisa menuangkan dari cangkir kosong."Jaga dirimu dulu.
3) Hidup dengan ego yang besar
Ini yang besar. Ketika kita didorong oleh ego, kita terus-menerus mencari validasi, kita terlalu kompetitif, dan kita menganggapnya terlalu pribadi. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak mampu, stres, dan ketidakpuasan terus-menerus.
Belajar menjinakkan ego Anda bukanlah tentang kehilangan identitas Anda atau menjadi orang yang mudah menyerah. Ini tentang menemukan kedamaian dan kepuasan dalam diri Anda dan memperluasnya kepada orang lain. Percayalah, ego yang besar dapat membayangi kegembiraan kecil. Mari kita belajar melangkah ke dalam terang.
4) Mengejar kebahagiaan terus-menerus
Yang ini mungkin terdengar kontra-intuitif, tapi bersabarlah. Salah satu hal yang justru bisa membuat kita tidak bahagia adalah pengejaran kebahagiaan itu sendiri tanpa henti. Ketika kita terus-menerus mengejar kebahagiaan, itu bisa menyebabkan kekecewaan dan stres. Kita menetapkan harapan ini bahwa kita harus selalu merasa gembira, dan ketika kenyataan tidak sesuai, itu membuat kita merasa tidak bahagia. Hidup adalah campuran dari berbagai emosi: kegembiraan, kesedihan, kegembiraan, kebosanan, cinta, kemarahan. Mereka semua memiliki tempat mereka dalam hidup kita dan mereka semua berkontribusi pada kesejahteraan kita secara keseluruhan.
Rangkullah spektrum penuh emosi manusiawi Anda. Tidak apa-apa untuk merasa sedih atau marah atau bosan kadang-kadang. Perasaan-perasaan ini bukanlah tanda-tanda kegagalan; mereka adalah bagian dari menjadi manusia.
5). Menyimpan dendam

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
