
Ilustrasi orang yang suka ngaret.(Unsplash.com/AndyBeales)
JawaPos.com - Ketika kita ada janji temu atau rapat dengan orang yang suka ngaret, tentunya akan menguras emosi dan pada akhirnya aktivitas bisa selesai lebih lama dari yang semestinya.
Bahkan kebiasaan ngaret ini sudah menjadi budaya orang Indonesia yang sudah dianggap lumrah. Apabila, kita selalu menerapkan perilaku ini akan susah mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Seperti halnya dalam sebuah project, mereka yang suka ngaret akan sulit mendapatkan tugas karena tidak bisa diandalkan soal waktu.
Namun terlepas dari hal itu, melansir dari laman Baseline Mag pada (06/12), ternyata mereka yang suka ngaret memiliki 7 keunikan ini menurut psikologi:
1. Fleksibilitas dengan waktu
Jika kamu pernah bertemu seseorang yang selalu ngaret, sepertinya persepsi mereka tentang waktu sangat berbeda dibandingkan dirimu sendiri. Pakar psikologi berpendapat bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh pendekatan waktu yang lebih fleksibel.
Daripada memandang waktu sebagai struktur kaku yang menentukan hari mereka, tapi melihatnya sebagai sesuatu yang berubah-ubah dan mudah beradaptasi.
Pola pikir ini dapat membuat mereka meremehkan berapa lama suatu tugas akan memakan waktu atau melebih-lebihkan seberapa banyak tugas tersebut dapat dimasukkan ke dalam jangka waktu tertentu.
Mengabaikan waktu atau jadwal orang lain bukanlah pilihan yang disengaja, tapi memiliki cara pandang yang berbeda dalam menafsirkan dan mengatur waktu.
Bagi mereka, terlambat bukanlah masalah besar karena tidak merasakan waktu seperti kebanyakan orang yang tepat waktu. Meskipun perspektif ini dapat dimengerti, hal ini masih dapat menyebabkan frustrasi dan ketegangan bagi mereka yang menunggu.
2. Memiliki tingkat kreativitas tinggi
Beberapa orang yang sangat terlambat mungkin sebenarnya memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Menurut para psikolog, individu yang lebih kreatif sering kali lupa waktu karena terlalu asyik dengan pikiran atau idenya.
Penyerapan ini dapat menyebabkan persepsi yang tidak tepat tentang berlalunya waktu, menyebabkan mereka meremehkan berapa lama waktu yang dimiliki sebelum harus berada di suatu tempat.
Pikiran mereka bisa begitu asyik dengan proses kreatif sehingga kehilangan jejak. Sifat ini bukanlah alasan untuk terlambat, tapi memberikan gambaran sekilas tentang pikiran seseorang yang selalu ngaret.
3. Bias optimisme

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
