
Ilustrasi orang menggunakan social media. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap orang memiliki prinsip yang berbeda-beda dalam hal mengunggah story atau kegiatan pribadi pada social media. Ada orang yang suka membagikannya terhadap semua teman atau orang-orang terdekat. Namun tidak sedikit pula yang cukup selektif dalam membagikannya.
Saat seseorang menyembunyikan story mereka mereka telah memilih pengaturan dimana untuk mencegah orang lain melihat kiriman mereka. Ini tidak berarti sesuatu yang negatif tentang koneksi Anda.
Orang mungkin melakukan ini karena berbagai alasan, seperti perlu meningkatkan privasi dalalm beberapa aspek kehidupan mereka atau membagi konten yang menurut mereka hanya relevan untuk sekelompok pengikut tertentu.
Melansir dari laman Teach Focus Pro, berikut 5 alasan seseorang suka menyembunyikan story mereka dari orang terdekat.
1. Melindungi informasi pribadi
Memastikan informasi pribadi tetap terisolasi sangat penting untuk menjaga privasi digital saat ini. Dengan meningkatnya ketakutan akan dunia maya dan pelanggaran data, orang-orang menjadi lebih berhati-hati tentang apa yang mereka bagikan secara daring.
Platform media sosial memperkenalkan kontrol privasi dan metode penyandian yang canggih untuk melindungi data pengguna.
Selain itu, individu menerima kebiasaan daring yang lebih aman dengan membatasi jumlah informasi pribadi yang mereka bagikan dan sering memperbarui pengaturan privasi mereka.
Melalui upaya bersama, platform dan pengguna bersama-sama berupaya meningkatkan keamanan internet dengan melindungi informasi pribadi dari akses ilegal.
2. Selektif dalam berbagi konten
Di dunia media sosial saat ini, orang-orang lebih mementingkan privasi mereka dan lebih berhati-hati tentang apa yang mereka bagikan secara daring. Mereka ingin menjaga privasi hal-hal tertentu di tengah luasnya internet.
Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang menjadi lebih peduli terhadap masalah privasi dan ingin mengendalikan siapa yang memiliki akses ke informasi pribadi mereka.
Mereka memanfaatkan pengaturan privasi dan memutuskan dengan siapa mereka berbagi untuk memastikan ruang daring mereka terasa aman dan pribadi, mirip dengan tindakan mereka di dunia nyata.
3. Konten yang bersifat sensitif
Berbagi konten yang mungkin dianggap sensitif atau tidak sesuai untuk semua orang memerlukan pendekatan yang cermat untuk memastikan konten tersebut tidak mengganggu atau merugikan siapa pun.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
