Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 15.42 WIB

Perempuan yang Kurang Mendapat Kasih Sayang saat Kecil, Biasanya Akan Mengembangkan 7 Sifat Ini ketika Menginjak Dewasa

Ilustrasi perempuan yang kurang mendapat kasih sayang (freepik/jcomp) - Image

Ilustrasi perempuan yang kurang mendapat kasih sayang (freepik/jcomp)

JawaPos.com - Tumbuh tanpa banyak kasih sayang meninggalkan bekas yang sulit dilihat tetapi mustahil diabaikan. Ketika kehangatan emosional langka selama masa kanak-kanak, kita beradaptasi dengan cara yang membantu kita bertahan hidup pada saat itu.

Tetapi adaptasi yang sama itu dapat membentuk siapa kita saat ini, terkadang dengan cara yang tidak kita duga. Setidaknya ada tujuh sifat yang cenderung muncul pada perempuan yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Sabtu (14/12), berikut tujuh sifat dari perempuan yang kurang mendapat kasih sayang saat kecil. Memahami dari mana pola-pola ini berasal membuat kita dapat memutuskan bagaimana kita ingin melangkah maju.

1. Berjuang dengan keintiman emosional

Perempuan yang kekurangan kasih sayang saat kecil mungkin akan merasa sulit membentuk hubungan emosional yang mendalam dalam hubungan mereka saat dewasa. Ini karena pada tahun-tahun pembentukan diri mereka, mereka tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri secara bebas atau validasi bahwa perasaan mereka penting.

Kesenjangan emosional ini terkadang dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam hubungan. Hal ini juga dapat membuat para perempuan merasa terisolasi dan disalahpahami. Yang penting untuk diingat di sini adalah bahwa sifat ini bukan tentang menahan emosi secara sengaja tetapi lebih tentang perlindungan diri.

2. Kemandirian yang luar biasa

Perempuan yang kurang mendapatkan kasih sayang saat tumbuh dewasa sering kali mengembangkan tingkat kemandirian yang luar biasa. Karena tumbuh dalam lingkungan di mana mereka tidak bisa bergantung pada orang lain untuk dukungan emosional, para perempuan ini belajar untuk mengurus diri sendiri.

Mereka menjadi mandiri dan kuat, sering kali berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa mereka mampu menghadapi apa pun yang dihadirkan kehidupan kepada mereka.

Berdasarkan penelitian, individu yang mengalami pengabaian emosional di masa kanak-kanak dapat mengembangkan gaya keterikatan penghindar, yang menyebabkan mereka memprioritaskan kemandirian dan kepercayaan diri sebagai mekanisme penanggulangan.

3. Kecenderungan menuju ketergantungan

Ketergantungan sering kali berasal dari kebutuhan untuk merasa dicintai dan dihargai, sesuatu yang mungkin terlewatkan semasa kanak-kanak. Para perempuan ini mungkin mendapati diri mereka memprioritaskan pasangannya di atas kebutuhan dan emosi mereka sendiri, sehingga hampir kehilangan identitas mereka.

Ironisnya di sini adalah bahwa sifat ini kadang-kadang dapat mengarah pada penolakan yang mereka takuti, karena tekanan dan ketergantungan emosional dapat mendorong orang lain menjauh. Memahami kecenderungan ini adalah langkah pertama untuk memutus siklus tersebut.

4. Perfeksionisme

Dorongan untuk mencapai kesempurnaan ini dapat terwujud dalam berbagai aspek kehidupan mereka, mulai dari karier hingga hubungan mereka, bahkan penampilan mereka. Namun kenyataannya, tidak ada seorang pun yang sempurna.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore