Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 22.19 WIB

Ladies Wajib Hati-hati! Ini 5 Tanda Bahaya yang Mengungkapkan Sifat Manipulatif Pria Menurut Psikologi, Salah Satunya Gaslighting

  

Ilustrasi pelaku manipulator yang melakukan Gaslighting (freepik)

 

JawaPos.com - Menjelajahi dunia hubungan terkadang terasa seperti berjalan melewati ladang ranjau. Terutama ketika Anda tidak tahu apakah Anda sedang dipengaruhi atau dimanipulasi oleh pasangan Anda. Manipulasi adalah binatang yang licik. Itu halus, terselubung, dan sering disamarkan dengan kedok kepedulian dan kepedulian.

Ini tentang membuat Anda menari mengikuti irama mereka sambil menyembunyikan motif mereka yang sebenarnya. Di sisi lain, pengaruh adalah tentang menginspirasi perubahan tanpa memaksakan tangan Anda.

Ini asli, transparan, dan menghormati otonomi Anda. Psikologi telah mengidentifikasi beberapa tanda yang menunjukkan sifat manipulatif seorang pria. Dikutip dari geediting pada Kamis (9/1), berikut adalah 5 tanda bahaya yang harus diwaspadai.

1) Gaslighting

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang paling berbahaya, dan berakar dalam pada psikologi. Istilah ini berasal dari film tahun 1944 di mana seorang pria memanipulasi istrinya agar percaya bahwa dia menjadi gila. Ini adalah teknik yang melibatkan membuat seseorang mempertanyakan realitasnya sendiri. Pikirkanlah. Seorang pria yang manipulatif mungkin menyangkal bahwa peristiwa tertentu terjadi atau hal-hal tertentu dikatakan. 

Dia mungkin bersikeras bahwa Anda salah mengingatnya, atau dia mungkin berperan sebagai korban saat dihadapkan. Tujuannya? Untuk membuat Anda meragukan persepsi, ingatan, dan kewarasan Anda. Ini adalah permainan pikiran yang kuat yang dapat membuat orang yang dimanipulasi merasa bingung dan bingung.

Jadi, jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus mempertanyakan ingatan atau kenyataan Anda di sekitar pasangan Anda, itu bisa menjadi tanda bahaya yang bersifat manipulatif. Tapi ingat, mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk melepaskan diri dari perilaku beracun tersebut.

2) Pemerasan emosional

Saya tidak akan pernah melupakan saat saya berkencan dengan seorang pria yang ternyata ahli dalam pemerasan emosional. Ini adalah taktik manipulatif yang melibatkan penggunaan ancaman, rasa bersalah, atau intimidasi untuk mengendalikan orang lain.

Dalam kasus saya, dia sering mengatakan hal-hal seperti, "Jika kamu benar-benar mencintaiku, kamu akan melakukan ini untukku "atau" Saya tidak percaya kamu memilih teman daripada saya. Apakah kamu tidak peduli dengan hubungan kita?” 

Tujuannya adalah untuk membuat saya merasa bersalah dan wajib tunduk pada kehendaknya. Dia menggunakan emosi saya untuk melawan saya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, semua di bawah kedok cinta. Melihat ke belakang sekarang, saya menyadari bahwa itu sama sekali bukan cinta. Itu hanya caranya memanipulasiku. Jika Anda merasa bersalah karena tidak memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal atau jika emosi Anda digunakan sebagai senjata untuk melawan Anda, itu mungkin merupakan tanda pemerasan emosional.

3) Pengeboman cinta

Pengeboman cinta adalah teknik umum yang digunakan oleh para manipulator. Ini melibatkan tampilan kasih sayang dan perhatian yang berlebihan, seringkali di awal suatu hubungan. Kasih sayang yang berlebihan ini bisa terasa luar biasa, tetapi dirancang untuk membuat Anda merasa berhutang budi kepada mereka dan lebih cenderung menuruti keinginan mereka di kemudian hari. Menariknya, taktik ini tidak hanya sebatas menjalin hubungan asmara.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore