
Ilustrasi orang yang menua dengan sikap positif dan penuh kebaikan.
JawaPos.com - Setiap umur kita bertambah tua, pastinya berharap ingin memiliki sikap yang lebih positif dan penuh kebaikan. Tapi ternyata ucapan itu sulit dilakukan.
Semakin menua semakin banyak pula tantangan hidup yang perlu dihadapi, baik soal karier, hubungan, dan keluarga. Sehingga harapan untuk memiliki sikap yang lebih positif dan penuh kebaikan ini menjadi tantangan besar.
Tapi ada keunikan dari beberapa orang yang menua tapi memiliki sikap lebih positif dan penuh kebaikan, mereka termasuk kepribadian cukup langka di tengah kejamnya dunia.
Dilansir dari laman Blog Herald pada (12/01) orang yang menua dengan sikap positif dan penuh kebaikan, memiliki 8 sifat mengejutkan ini, di antaranya :
1. Menerima perubahan
Berbeda dengan narasi umum mengenai orang lanjut usia yang menolak perubahan, orang-orang ini menyambutnya dengan baik. Mereka melihatnya sebagai peluang untuk berkembang, petualangan baru, atau sekadar perspektif hidup yang berbeda.
Bukan berarti tidak mengalami ketidakpastian atau ketakutan, tapi mereka telah belajar untuk melihat emosi ini sebagai bagian dari perjalanan, bukan hambatan.
Kuncinya di sini adalah kemampuan beradaptasi. Mereka fleksibel dalam pendekatan hidup, selalu siap belajar dan berkembang. Kemampuan untuk beradaptasi dan bertumbuh, bahkan dalam menghadapi keadaan yang menantang, adalah salah satu sifat mengejutkan.
2. Menumbuhkan rasa syukur
Praktik bersyukur sehari-hari, jelasnya, membantu kita semua untuk fokus pada aspek positif kehidupan. Hal ini mengingatkannya bahwa apapun tantangan yang dihadapi, selalu ada sesuatu yang patut disyukuri.
Alih-alih mengharapkan sesuatu yang lebih, mereka yang menua dengan sikap positif dan kebaikan akan selalu bersyukur terhadap sesuatu yang dimilikinya saat ini.
3. Tetap aktif
Menariknya, mereka yang menua dengan sikap positif dan baik hati sering kali mempertahankan gaya hidup aktif. Mereka memahami bahwa menjaga tubuh tetap bergerak sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat menunda timbulnya penurunan kognitif dan meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan.
Namun tetap aktif tidak berarti lari maraton atau pergi ke gym setiap hari. Bagi banyak orang, hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti berjalan-jalan setiap hari, berkebun, atau bahkan menari di ruang tamu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
