Ciri kurang keterampilan berpikir kritis menurut psikologi. (Freepik/ katemangostar)
JawaPos.com – Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu keterampilan dasar yang penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan ini dengan baik.
Dalam psikologi, terdapat sejumlah ciri yang menunjukkan seseorang kurang keterampilan berpikir kritis dasar. Hal ini bisa berdampak pada cara mereka membuat keputusan, memproses informasi, hingga menghadapi masalah.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (14/1), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri orang yang kurang memiliki keterampilan berpikir kritis dasar menurut Psikologi.
Salah satu kebiasaan yang sering kita temui adalah kecenderungan seseorang untuk langsung membuat keputusan tanpa mempertimbangkan seluruh fakta yang ada. Kebiasaan ini seringkali muncul ketika seseorang membentuk opini atau mengambil keputusan secara terburu-buru, tanpa mengambil waktu untuk mengevaluasi semua informasi yang relevan.
Hal ini bukan tentang menjadi spontan atau impulsif, melainkan tentang situasi di mana pemikiran dan pertimbangan yang cermat seharusnya dilakukan namun diabaikan demi mendapatkan jawaban yang cepat dan mudah.
Sebagai contoh, ketika mendengar rumor tentang rekan kerja, orang dengan kebiasaan ini akan langsung mempercayainya tanpa mempertanyakan sumber atau kebenaran informasi tersebut.
Meski penting untuk mendengarkan emosi, terlalu bergantung pada perasaan dengan mengesampingkan penalaran logis bisa menjadi tanda kurangnya kemampuan berpikir kritis. Orang-orang yang terlalu mengandalkan emosi dalam mengambil keputusan cenderung mengabaikan fakta, data, dan argumentasi logis yang ada di hadapan mereka.
Mereka lebih sering membuat pilihan berdasarkan apa yang “terasa benar” dibandingkan dengan apa yang secara objektif merupakan tindakan terbaik.
Misalnya, seseorang memilih pekerjaan hanya karena memiliki “perasaan bagus” tentang perusahaan tersebut, meskipun gaji, tunjangan, dan kondisi kerjanya secara objektif lebih buruk dari tawaran lain.
Saat seseorang cenderung berpegang teguh pada sudut pandangnya sendiri tanpa mempertimbangkan ide-ide alternatif, ini menunjukkan keterbatasan dalam berpikir kritis. Berpikir kritis seharusnya melibatkan keterbukaan pikiran yang memungkinkan kita menantang keyakinan sendiri dan mempertimbangkan bukti-bukti baru sebelum membuat kesimpulan.
Misalnya dalam debat tentang perubahan iklim, seseorang yang kurang kemampuan berpikir kritisnya akan tetap berpegang pada gagasan awal mereka tanpa mempertimbangkan bukti ilmiah yang disajikan oleh pihak lain.
Sikap keengganan atau ketidakmampuan untuk mempertimbangkan sudut pandang alternatif ini dapat mengarah pada keyakinan dan keputusan yang keliru.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
