
Ilustrasi mengobrol dengan teman.
JawaPos.com - Istilah ‘soft spoken’ belakangan ini sering kita dengar, terutama di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X. Akan tetapi, tidak semua orang memahami sepenuhnya apa arti dari istilah ini.
Menurut dictionary.com, soft spoken merujuk pada seseorang yang berbicara dengan suara lembut, ramah, dan halus.
Hal ini sejalan dengan penjelasan dari The Introvert Blog yang menyatakan bahwa istilah ini pertama kali muncul pada tahun 1616 untuk menggambarkan orang-orang yang berbicara dengan nada lembut dan santai.
Secara umum, soft spoken menggambarkan gaya bicara yang lebih mengedepankan kesopanan dan kelembutan dalam berinteraksi, tanpa perlu mengangkat suara.
Gaya komunikasi ini dianggap dapat menciptakan kenyamanan dan kedamaian dalam percakapan. Tak mengherankan, mereka banyak disukai karena kemampuan mereka menarik perhatian lawan bicara dengan cara yang menenangkan.
Ya, individu dengan gaya bicara soft spoken memiliki daya tarik tersendiri, sehingga keberadaan mereka dalam lingkungan sosial maupun profesional memberikan dampak positif.
Memahami orang yang soft spoken, kita bisa melihat bahwa gaya komunikasi ini bukan hanya sekadar cara berbicara, tetapi juga mencerminkan sikap empati dan perhatian terhadap orang lain.
Memiliki gaya bicara soft spoken juga membawa banyak keuntungan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berikut ini adalah beberapa manfaat menjadi orang yang soft spoken, Selasa (14/1).
1. Menciptakan Suasana Nyaman
Orang yang soft spoken cenderung membuat orang di sekitarnya merasa lebih nyaman. Suara yang lembut dan nada bicara yang tenang dapat mengurangi ketegangan dalam percakapan, sehingga orang lain merasa lebih rileks saat berinteraksi.
2. Memperkuat Hubungan Interpersonal
Dengan gaya bicara yang ramah dan sopan, individu soft spoken lebih mudah menjalin hubungan baik dengan orang lain. Mereka dianggap sebagai pendengar yang baik, sehingga orang lain merasa dihargai dan diperhatikan.
3. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Berbicara dengan lembut tidak hanya membuat pesan lebih mudah diterima, tetapi juga membantu dalam menyampaikan pendapat atau ide dengan cara yang lebih persuasif.
Gaya komunikasi ini memungkinkan untuk menghindari kesalahpahaman dan konflik.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
