
Ilustrasi pasangan bahagia. (Ajay Donga/pexels.com)
JawaPos.com - Beberapa orang berpendapat bahwa hubungan yang sehat berjalan dengan mudah, sementara yang lain mengatakan bahwa hubungan jangka panjang terbaik membutuhkan usaha, dedikasi, dan komitmen.
Meski setiap hubungan memiliki tantangannya sendiri, hubungan yang sehat didasarkan pada cinta, rasa hormat, dan saling mendukung.
Bagaimana kamu tahu jika hubunganmu sehat dan berpotensi jangka panjang? Psikoterapis Natacha Duke, MA, RP, menyakatan beberapa tanda dan panduan guna memastikan hubunganmu sehat dan cocok bagimu.
Dikutip dari clevelandclinic.org, berikut ini beberapa tanda kamu berada pada hubungan percintaan yang sehat dan bahagia menurut psikologi.
1. Saling Percaya
Duke mengatakan bahwa setelah mengatasi tantangan dalam hubungan sebelumnya, kamu akan memasuki hubungan baru dengan pandangan yang lebih netral terhadap kepercayaan. Semakin bertambahnya waktu, maka kamu akan semakin mempercayai pasangan barumu atau sebaliknya, kehilangan kepercayaan.
Kepercayaan tumbuh dalam hal-hal kecil, seperti mempercayakan emosi atau menjadi rentan, serta dalam keputusan besar hidup, seperti tempat tinggal dan perencanaan keluarga masa depan yang mempertimbangkan kepentingan bersama. Usai fase bulan madu, hubungan yang sehat ditandai dengan kemampuan mengandalkan pasangan tanpa keraguan. Waktu menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan yang sejati.
2. Komunikasi yang Baik di Masa Sulit
Menurut Duke, hubungan yang kuat didasarkan pada pengertian dan dukungan, terutama di masa sulit. Ujian sejati hubungan adalah bagaimana pasangan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan. Komunikasi terbuka dan jujur membantu membangun kepercayaan dan keintiman. Mendengarkan dengan penuh perhatian juga menunjukkan rasa peduli.
Meskipun ada perbedaan pendapat, mencari solusi bersama menjadi dasar hubungan sehat. Duke menjelaskan bahwa kamu tidak harus selalu sejalan, tetapi tetap harus bisa bersikap baik dan memahami pasangan. Saling mendukung dan menghargai membuat hubungan lebih kuat dan bertahan lama, dengan rasa hormat sebagai kunci utama.
3. Saling Memaafkan
"Jika seseorang tidak memiliki ikatan yang positif atau aman di masa kecil, mereka mungkin menyimpan dendam dan kesulitan memaafkan," jelas Duke. Sayangnya, tidak ada hubungan yang sempurna, dan memaafkan biasanya merupakan tanda cinta.
Apabila kamu kesulitan melepaskan masalah atau memaafkan, terapi perilaku kognitif dapat membantu mengidentifikasi pemicu perilaku tersebut dan memberikan strategi untuk menangani konflik yang mungkin muncul di masa depan.
4. Baik Satu Sama Lain
Salah satu tantangan dalam hubungan adalah menjaga keseimbangan usaha antara pasangan. Kadang-kadang, kita merasa salah satu pihak memberi lebih banyak yang bisa menimbulkan kekecewaan. Namun, sebelum menyimpulkan hal ini, Duke menyarankan agar melakukan introspeksi dan memastikan persepsi kita benar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
