
Ilustrasi seseorang yang hidupnya penuh kekacauan. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu masuk ke ruang seseorang dan merasa langsung terkejut karena kekacauannya? Pakaian berserakan, piring menumpuk, dan suasana terasa sangat tidak teratur?
Meskipun setiap orang punya hari-hari malas, ada sebagian orang yang tampaknya hidup dalam kekacauan terus-menerus. Psikologi menyatakan, ini bukan hanya masalah kekacauan, tetapi berkaitan dengan sifat dan pola perilaku yang lebih dalam.
Hidup dalam kekacauan seringkali berhubungan dengan kebiasaan, pola pikir, dan faktor emosional yang memengaruhi bagaimana seseorang menjaga atau justru mengabaikan lingkungan mereka.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (17/1), berikut adalah 7 sifat psikologis di balik orang yang hidupnya penuh dengan kekacauan.
1. Kreativitas
Ternyata, ruang yang berantakan bisa menjadi tanda kreativitas. Meskipun terdengar mengejutkan, sifat ini sering ditemui pada orang yang cenderung lebih berantakan.
Tumpukan barang di sekitar mereka sering kali merupakan hasil dari pikiran kreatif yang sangat aktif. Walau bagi orang lain ini terlihat tidak teratur, bagi mereka yang berantakan, itu adalah sistem unik mereka sendiri.
Psikolog mengatakan, orang yang kreatif cenderung melihat dunia secara berbeda dan tidak terlalu terikat pada norma. Ini termasuk cara mereka mengatur ruang mereka. Kekacauan yang terlihat mungkin sebenarnya adalah hasil dari proses kreatif yang produktif. Jadi, jangan langsung menilai negatif ruang yang berantakan, bisa jadi itu tempat lahirnya ide besar berikutnya.
Namun, perlu diingat, ada batas antara kekacauan kreatif dan lingkungan yang tidak sehat.
2. Prokrastinasi
Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara prokrastinasi dan kekacauan. Orang yang berantakan tidak berniat untuk hidup dalam kondisi kacau—hal ini terjadi karena mereka terus menunda-nunda pekerjaan rumah, termasuk membersihkan.
Masalahnya, “nanti” berubah menjadi besok, lalu minggu depan, dan sebelum mereka sadar, tumpukan pakaian kotor dan surat yang menumpuk sudah membuat kekacauan semakin parah.
Bukan karena mereka tidak melihatnya, tetapi dalam pikiran mereka, membersihkan terasa seperti tugas yang sangat besar, yang lebih baik ditunda sampai benar-benar terpaksa dilakukan.
Dan akhirnya, begitu tumpukan itu bertambah banyak, perasaan kewalahan semakin besar, sehingga siklus ini pun berlanjut.
3. Rendahnya Kewaspadaan

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
