
Ilustrasi perempuan sedang terjebak dalam perilaku playing victim. (Freepik)
JawaPos.com – Playing victim merupakan perilaku seseorang yang sering merasa dirinya menjadi korban. Orang seperti ini selalu mengklaim bahwa hal-hal yang terjadi pada mereka adalah kesalahan dari orang lain.
Orang yang selalu melakukan playing victim sering mengeluh tentang hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka enggan untuk mengambil tanggung jawab pribadi, menegaskan bahwa keadaan berada di luar kendali mereka.
Playing victim dapat menjadi bagian dari identitas seseorang, tetapi itu adalah perilaku yang dipelajari dan dapat diubah. Perilaku ini sering kali berkembang sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi peristiwa buruk dalam hidup.
Seperti dilansir dari laman Webmd, berikut tanda-tanda serta cara mengatasi orang yang selalu merasa terjebak dalam playing victim.
Berikut beberapa ciri-ciri orang yang selalu merasa terjebak dalam playing victim, di antaranya:
Playing victim merupakan perilaku yang dipelajari. Bila anda juga melakukannya, itu bukan sesuatu yang anda miliki sejak lahir. Itu adalah sesuatu yang anda pelajari di lingkungan sosial.
Itu bisa dipelajari dari anggota keluarga atau akibat trauma. Namun, anda memiliki kekuatan untuk mengatasinya. Ambil langkah-langkah mengatasinya dengan cara berikut:
Mengambil tanggung jawab merupakan satu-satunya yang dapat mengendalikan tindakan anda. Anda mungkin tidak dapat mengendalikan orang lain, tetapi anda dapat mengendalikan bagaimana anda bereaksi terhadap mereka.
Anda dapat mengendalikan dengan siapa anda menghabiskan waktu, dan di mana. Sadarilah potensi anda dan jadilah pemimpin dalam hidup anda.
Orang yang merasa terjebak dalam playing victim secara tidak sadar diadopsi sebagai cara untuk mengatasi masalah, sering kali karena trauma masa lalu.
Bersikaplah penuh kasih sayang kepada diri sendiri dalam pemulihan. Berlatihlah merawat diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Menulis jurnal dapat menjadi alat yang berguna untuk mengatasi perasaan anda.
Berani dapat mengatakan tidak pada sesuatu yang tidak ingin anda lakukan. Tidak apa-apa. Bahkan jika orang lain merasa anda mengecewakan mereka, jaga energi anda dan utamakan diri anda sendiri.
Bacalah buku-buku tentang playing victim dan bagaimana hal itu memengaruhi hidup anda. Pertimbangkan untuk mencari terapi.
Semakin banyak anda mendidik diri sendiri tentang topik tersebut, semakin besar kemungkinan anda untuk tetap berada di jalur pemulihan dan menghindari kembali ke cara berpikir lama anda.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
