
Ilustrasi orang-orang yang update status di media sosial (Freepik)
JawaPos.com – Di era digital yang serba terkoneksi, media sosial telah menjadi wadah bagi banyak orang untuk berbagi momen, opini, hingga keseharian mereka.
Namun, ada juga individu yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah update status di media sosial mereka.
Kepribadian orang-orang seperti ini sering kali menarik perhatian karena mereka memilih untuk tetap berada di balik layar, mengamati tanpa banyak berbicara di ruang publik digital.
Apa yang membuat mereka enggan membagikan kehidupan mereka di media sosial? Apakah mereka introvert, lebih menghargai privasi, atau memiliki pandangan berbeda terhadap eksistensi di dunia maya?
Dilansir dari Geediting pada Rabu (5/2), berikut 7 ciri-ciri orang yang jarang update status di media sosial, menurut psikologi.
Kita sering menyamakan media sosial dengan bersosialisasi. Namun, tidak selalu demikian.
Mereka yang jarang atau tidak pernah update di media sosial sering kali menghargai kesendiriannya.
Mereka menghargai waktu sendiri, menggunakannya untuk refleksi diri dan pengembangan pribadi.
Ini tidak berarti mereka penyendiri atau antisosial. Bahkan, mereka bisa sangat mudah bergaul jika mereka mau.
Hanya saja mereka lebih menyukai interaksi tatap muka yang bermakna daripada koneksi digital. Mereka menganggap interaksi di dunia nyata lebih memuaskan dan otentik.
Menurut psikologi, sifat ini dapat menunjukkan tingkat kesadaran diri dan kecerdasan emosional yang tinggi.
Pernahkah kalian memiliki teman yang pada saat ada momen menakjubkan (peristiwa matahari di pantai) dan yang lain sibuk merekam atau mengambil foto momen tersebut, tetapi ada satu teman kalian yang hanya melihatnya serta tidak mengambil foto.
Orang-orang seperti dia yang menjaga privasi di media sosial sering kali lebih mengutamakan menjalani dan mengalami momen tersebut daripada mendokumentasikannya untuk dilihat orang lain.
Mereka yang lebih suka menjaga privasi di media sosial sering melaporkan tingkat kecemasan yang lebih rendah.
Hal ini didukung oleh penelitian, yang telah menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan media sosial yang tinggi dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
