
Ilustrasi cara berkomunikasi dengan pasangan yang sedang marah (Antoni Shkraba/pexels.com)
JawaPos.com - Bagi banyak orang, sulit dipahami mengapa pasangan tidak langsung mengungkapkan perasaan marah atau kesal mereka.
Legere menerangkan bahwa pasangan terkadang tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata, atau merasa cemas tentang bagaimana reaksi kita.
Tindakan ini menunjukkan bahwa komunikasi pada hubungan bisa rumit dan penuh ketidakpastian.
Melansir Verywell Mind, berikut ini beberapa cara berkomunikasi dengan pasangan yang sedang marah supaya emosi mereda dan konflik terselesaikan.
1. Ciptakan ruang aman
Kamu perlu menciptakan suasana yang membuat pasanganmu merasa nyaman dan aman untuk berbagi perasaan mereka tanpa rasa takut atau cemas. Cobalah membangun ruang di mana mereka merasa bebas dalam mengekspresikan apa yang ada di hati mereka.
Seperti yang disarankan oleh Cangialosi, selalu bersikap terbuka dan penuh perhatian kepada pasanganmu. Berikan mereka rasa kenyamanan dengan mendekati mereka memakai nada yang tenang dan lembut. Tunjukkan bahwa dirimu siap mendengarkan tanpa menghakimi, memberi mereka kesempatan berbicara dengan penuh kepercayaan.
Pendekatan yang penuh empati ini memiliki potensi besar guna memperdalam dan memperkuat hubunganmu. Saat pasangan merasa dihargai dan didukung dalam mengungkapkan perasaan mereka secara jujur, maka mereka akan merasa lebih nyaman dan aman berbicara mengenai apa yang ada di hati mereka.
Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional bersama, di mana kedua belah pihak merasa diterima tanpa takut dihakimi. Dengan memberikan ruang bagi pasangan berbicara secara terbuka, maka hubungan pun dapat berkembang dengan lebih kuat, penuh kepercayaan, dan saling pengertian.
2. Pakai ungkapan “aku”
Menggunakan pendekatan "pernyataan aku" adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk berkomunikasi, terutama pada situasi yang penuh emosi atau konflik. Dengan pendekatan ini, kamu fokus pada apa yang dirasakan, bukan justru langsung berbicara atau menilai perasaan orang lain.
Cangialosi mengatakan bahwa teknik ini sangat efektif sebab hanya melibatkan ungkapan tentang perasaan dan perspektifmu sendiri, tanpa membuat asumsi atau menebak tentang apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pasanganmu. Ini membantu mengurangi potensi konflik sebab tidak ada tuduhan atau penilaian terhadap orang lain.
Dengan fokus pada perasaan pribadi, pendekatan ini mendorong percakapan yang lebih terbuka dan penuh pemahaman, sehingga memungkinkan pasangan menjadi lebih mudah merespons dengan empati dan tanpa merasa diserang. Teknik ini telah terbukti menjadi cara yang bermanfaat untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dan lebih konstruktif di hubungan.
3. Validasi
Validasi merupakan elemen yang sangat penting dalam komunikasi yang sehat dan efektif, terutama dalam hubungan. Cangialosi menyatakan bahwa mengakui dan menghargai perasaan pasanganmu, meskipun kamu mungkin memiliki pandangan yang berbeda atau bahkan tidak sepenuhnya memahami perasaan mereka, sangat penting guna menyelesaikan masalah dan mengurangi ketegangan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
