Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 13.30 WIB

8 Kebiasaan yang Menunjukkan Anda Sulit Menerima Kesuksesan Orang Lain: Mengapa Kita Iri dan Bagaimana Mengubahnya Menjadi Motivasi

Ilustrasi. (freepik) - Image

Ilustrasi. (freepik)

JawaPos.com-Beberapa orang merasa bahagia saat melihat orang lain berhasil. Mereka bersorak, memberikan dukungan, dan bahkan menjadikan pencapaian orang lain sebagai inspirasi. Namun, tidak semua orang memiliki sikap seperti itu. Ada juga orang-orang yang justru merasa kesal, cemburu, dan terganggu dengan keberhasilan orang lain.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Sering kali, ini berasal dari rasa tidak aman, perasaan rendah diri, atau pola pikir yang melihat kesuksesan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas. Alih-alih merasa terinspirasi, mereka melihat keberhasilan orang lain sebagai ancaman. Akibatnya, mereka mengembangkan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang mencerminkan ketidakmampuan mereka untuk merasa bahagia atas pencapaian orang lain.

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Jumat, 7 Maret 2025, dalam artikel ini, kita akan membahas delapan kebiasaan yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang tidak tahan melihat orang lain sukses.

1. Meremehkan Kesuksesan Orang Lain

Salah satu tanda paling umum dari orang yang tidak bisa menerima kesuksesan orang lain adalah kebiasaan mereka untuk meremehkan pencapaian orang lain. Mereka akan mengatakan bahwa keberhasilan seseorang hanya karena keberuntungan, koneksi, atau faktor lain yang mengabaikan kerja keras individu tersebut.

Komentar seperti:

"Dia hanya beruntung, bukan karena usahanya."

"Itu bukan pencapaian besar, siapa pun bisa melakukannya."

Sering kali muncul dari orang-orang yang merasa terancam oleh keberhasilan orang lain. Padahal, kebanyakan kesuksesan diraih melalui usaha dan dedikasi.

2. Selalu Mencari Kekurangan dari Pencapaian Orang Lain

Alih-alih mengapresiasi keberhasilan seseorang, mereka akan selalu mencari sisi negatifnya. Misalnya, ketika seseorang mendapatkan promosi kerja, mereka akan berkata,

"Ya, tapi sekarang dia pasti akan lebih stres."

"Dia dapat proyek besar, tapi lihat saja apakah dia bisa menyelesaikannya."

Orang seperti ini merasa lebih baik dengan menunjukkan kekurangan orang lain daripada menghadapi ketidakpuasan mereka sendiri.

3. Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore