
Ilustrasi pria narsistik.(Pexels)
JawaPos.com - Apakah kamu pernah merasa hubunganmu lebih banyak menyakiti daripada membahagiakan? Mungkin saja pasanganmu adalah seorang narsistik terselubung. narsistik jenis ini tidak seperti yang biasa terlihat terang-terangan, melainkan lebih pintar menyembunyikan sifat manipulatif di balik pesona dan kerendahan hati palsu.
Mereka ibarat bom waktu, yang perlahan merusak kestabilan emosimu. Agar lebih peka, berikut adalah 7 tanda bahwa kamu mungkin sedang menjalin hubungan dengan seorang narsistik terselubung. Jangan sampai terlambat menyadarinya!
1. Selalu Memposisikan Diri Sebagai Korban
Salah satu tanda paling jelas adalah pasanganmu selalu memainkan peran korban. Apa pun yang terjadi, mereka selalu berhasil memutarbalikkan keadaan sehingga terlihat sebagai pihak yang tidak bersalah.
Mungkin mereka sering menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka buat, merasa selalu disalahpahami, atau bahkan membuatmu merasa bersalah untuk hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
Tujuan mereka sederhana: menghindari tanggung jawab dan menarik simpati dari orang lain. Jika kamu sering merasa terjebak dalam siklus minta maaf atas hal-hal yang tidak kamu lakukan, ini adalah tanda bahaya besar!
2. Usahamu Tidak Pernah Dihargai
Seberapa keras pun kamu mencoba untuk menyenangkan mereka, semua usahamu tampaknya tidak pernah cukup. Narsistik terselubung cenderung fokus pada kekurangan kecil dibanding menghargai hal besar yang sudah kamu lakukan.
Sebagai contoh, kamu mungkin sudah repot-repot menyiapkan makan malam spesial, tapi mereka tetap mengkritik rasa makanannya. Hubungan yang sehat seharusnya dipenuhi apresiasi dari kedua belah pihak. Jika kamu merasa semua usaha yang kamu lakukan dianggap remeh, bisa jadi pasanganmu adalah Narsistik terselubung.
3. Memiliki Perasaan Superior yang Tersembunyi
Narsistik terselubung sering menyembunyikan rasa percaya diri yang berlebihan dengan sikap rendah hati palsu. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, mereka kerap menunjukkan tanda-tanda merasa lebih baik dari orang lain.
Misalnya, mereka sering menganggap pendapat mereka lebih penting, meremehkan ide orang lain, atau merasa layak mendapatkan perlakuan istimewa. Perasaan superior ini sering kali muncul dalam bentuk yang halus, tetapi cukup untuk membuatmu merasa diabaikan atau tidak dianggap.
4. Haus Pujian dan Validasi
Mereka selalu mencari pengakuan, pujian, atau perhatian dari orang lain, termasuk darimu. Mereka bisa secara langsung meminta pujian atau menggunakan cara manipulatif untuk membuatmu memujinya.
Namun, tidak peduli berapa banyak pengakuan yang mereka terima, itu tidak pernah cukup. Mereka terus-menerus membutuhkan validasi dari luar untuk mempertahankan harga diri mereka yang rapuh. Dalam hubungan yang sehat, kebutuhan akan pengakuan seharusnya seimbang, bukan sepihak.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
