
SPF Tinggi untuk Perlindungan Maksimal
JawaPos.com - Saat ini, ada banyak produk tabir surya atau sunscreen yang beredar di pasaran dengan kandungan SPF beragam. Lalu, benarkah produk sunscreen dengan SPF tinggi untuk perlindungan maksimal benar-benar efektif.
Laman FDA menyebut bahwa SPF atau sun protection factor merupakan tolak ukur untuk mengetahui besaran energi solar (radiasi UV) yang dibutuhkan untuk menimbulkan kondisi sunburn atau terbakar matahari pada permukaan kulit yang terlindungi sunscreen dan kulit yang tidak terlindungi sunscreen.
Semakin tinggi angka SPF, maka fungsi perlindungannya pun meningkat. Kemudian timbul pertanyaan, seberapa tinggi kandungan SPF yang dibolehkan untuk melindungi kulit dari sinar matahari?
Melalui situs Skincancer.org, seorang pakar dermatologi bersertifikasi Steven Q. Wang, MD, menjawab pertanyaan ini.
Sinar UV tidak terlihat oleh mata manusia, namun ada dua jenis sinar UV yang bisa merusak DNA di sel kulit Anda dan bisa menimbulkan kanker kulit.
Sinar UVB bisa mengakibatkan kondisi kulit terbakar matahari dan berisiko menimbulkan kanker. Sedangkan sinar UVA bisa merusak kulit, membuat kulit terlihat lebih gelap, tanda penuaan lebih jelas dan juga keriput.
“Tabir surya dengan jumlah SPF yang melindungi dari sinar UVB dan UVA adalah pilihan terbaik untuk digunakan,” kata Dokter Steven Wang.
Terkait jumlah SPF, senada dengan apa yang diungkapkan oleh FDA, angka pada SPF memberitahu berapa lama radiasi sinar UV bisa membuat kulitmu kemerahan saat memakai sunscreen vs ketika tidak memakai sunscreen.
“Idealnya, kandungan SPF 30 akan melindungi kulit Anda 30 kali lebih lama dari paparan sinar UV dibanding saat Anda tidak memakai sunscreen,” kata Dokter Steven Wang seperti dikutip dari skincancer.org.
Pria yang menjabat sebagai direktur medis dari departemen dermatologi onkologi dan departemen bedah dermatologi di Hoag Family Cancer Institute, Irvine, California ini juga menjelaskan berapa persen sinar UV mengenai kulit bergantung dari berapa SPF yang Anda gunakan.
“SPF 30 membiarkan 3 persen sinar UVB mengenai kulit Anda, SPF 50 membiarkan 2 persen sinar UV menembus lapisan sunscreen ke kulit. Mungkin perbedaannya terlihat kecil, tapi SPF 30 membiarkan 50 persen lebih tinggi radiasi UV mengenai kulit Anda dibanding SPF 50,” papar Dokter Steven Wang.
Dokter Steven Wang juga menambahkan, semakin tinggi angka SPF, orang-orang sering merasa bahwa kulitnya sudah cukup terlindungi sehingga tak perlu memakai baju tertutup atau re-apply tabir surya, sehingga walau sudah memakai sunscreen, kulit bisa tetap rusak.
“Untuk orang dengan sejarah dan risiko kanker kulit tinggi, SPF 50 mungkin tidak cukup. Begitu pula dengan orang-orang yang sedang melakukan kegiatan dengan paparan matahari tinggi seperti naik gununng atau bermain ski,” tegas Dokter Wang.
The Skin Cancer Foundation merekomendasikan tabir surya dengan kandungan anti air, SPF 50 atau lebih, dan isa melindungi dari sinar UVB dan UVA untuk digunakan saat Anda beraktivitas di luar ruangan.
Jangan lupa memakai sunscreen 30 menit sebelum keluar ruangan dan re-apply setiap dua jam sekali.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
