
Kandungan skincare yang sebaiknya dihindari. (Benzoix/Freepik )
JawaPos.com - Banyaknya produk skincare di pasaran dan produsen yang berlomba memberikan harga murah, kita sebagai konsumen harus lebih teliti.
Jangan hanya karena tergiur harga murah, wajah Anda jadi korban. Bacalah cermat sebelum membeli, pahami apa saja kandungan skincare yang sebaiknya dihindari.
Melansir Healthline, Dr. Nava Greenfield, M.D. yang bekerja di Schweiger Dermatology Group di kota New York, mengatakan bahwa Anda harus benar-benar memperhatikan apa yang dipakai di wajah Anda.
Memahami apa yang terkandung di dalam produk skincare bisa membantu mencapai tujuan kesehatan kulit jangka panjang.
“Kulit Anda adalah organ yang dinamis, hati-hati dengan apa yang Anda pakai untuk kulit,” kata Dr. Nava.
Senada dengan ucapan Dr. Nava, Dr. Marianna Blyumin-Karasik, ahli dermatologi bersertifikat juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, jika tidak cermat dalam memilih produk skincare, kita bisa membahayakan kesehatan sendiri.
“Kulit punya daya serap yang sangat tinggi, jadi produk skincare yang diserap kulit bisa masuk ke aliran darah. (Jika kandungan skincare-nya berbahaya) bisa memberikan efek buruk pada kesehatan kita secara keseluruhan,” kata Dr. Marianna yang juga menjabat sebagai co-founder dari Precision Skin Institute.
Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari
Dr. Nava dan Dr. Marianna memberikan daftar kandungan skincare yang sebaiknya dihindari:
1. PEGs (polyethylene glycols)
Sering ditemukan dalam produk losion, krim dan produk perawatan rambut. Biasanya difungsikan sebagai pelembab atau kondisioner, namun Dr. Nava dan Dr. Marianna memperingatkan untuk menghindari kandungan ini.
2. Methyl dan propyl parabens
Dr. Marianna Blyumin-Karasik memberikan catatan bahwa methyl dan propil paraben biasa digunakan sebagai bahan pengawet yang bisa mengganggu hormon.
Sebuah penelitian di tahun 2017 mengungkap bahwa methylparaben bisa mengganggu reseptor androgen dan estrogen yang bisa mempengaruhi prostat.
Meski demikian, FDA (Food and Drug Administration) Amerika menulis di tahun 2022 bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa paraben bisa mempengaruhi kesehatan manusia.
