
Ilustrasi. (Pexels.com)
JawaPos.com - Generasi yang tumbuh besar sebelum Gen Z—mereka yang dibesarkan di era internet dial-up, iklan TV, dan telepon rumah bersama keluarga—dibentuk oleh aturan tak tertulis tentang bagaimana cara "menjadi manusia yang baik."
Privasi berarti tidak ada yang boleh menyela saat sedang menelepon. Istirahat harus diperoleh. Perasaan tidak nyaman? Simpan sendiri. Batasan pribadi? Jangan lebay.
Namun hari ini, saat menelusuri video-video Gen Z yang tampil tanpa ragu mengeluh, menyerah, menangis, dan tumbuh—reaksi banyak orang bercampur antara kagum dan bingung.
Semakin dewasa, semakin terlihat bahwa ada keberanian psikologis yang dulu tidak diajarkan. Dan sekarang, akhirnya diperlihatkan dengan lantang oleh mereka yang lebih muda.
Berikut ini adalah sembilan perilaku yang sering diam-diam dikagumi generasi lama dari Gen Z, meski awalnya terasa asing, seperti dilansir dari VegOut.
1. Berani Speak Up Ketika Ada yang Terasa Aneh, Alih-Alih Memendamnya
Ada masa ketika atasan bersikap pasif-agresif, rekan kerja bersikap dingin, atau teman terlihat berubah, tapi tidak satu pun yang berani bertanya. Semua dipendam, dirasionalisasi, dan mungkin ditulis dalam jurnal.
Gen Z punya pendekatan berbeda. Ada suasana yang terasa tidak enak? Mereka bilang, “Aku ngerasa ada yang aneh—ada apa ini?”
Atau mereka langsung pergi. Tanpa drama. Tanpa penjelasan panjang. Bukan sensitif, tapi sadar. Bukan reaktif, tapi kejelasan.
2. Memakai Apa pun yang Diinginkan Tanpa Menunggu Persetujuan
Sebelum keluar rumah, banyak orang biasa berpikir, “Apakah ini terlalu aneh? Terlalu santai? Terlalu ambisius untuk ngopi siang?”
Sementara itu, Gen Z muncul di cafe dengan Crocs berhiaskan kupu-kupu, celana motif awan, atau topi bergaya kekanak-kanakan dan terlihat sangat nyaman.
Bukan karena ingin menarik perhatian. Tapi karena merasa tidak perlu menyesuaikan diri dengan selera umum. Keinginan untuk mengekspresikan diri tidak lagi menunggu izin dari sekitar.
3. Keluar Cepat daripada Bertahan Terlalu Lama
Dulu, keluar dari sesuatu terasa seperti gagal. Entah itu meninggalkan pekerjaan, hubungan, bahkan hobi yang tidak lagi membawa kebahagiaan, dianggap sebagai tanda tidak tangguh. Jadi banyak orang bertahan. Terlalu lama.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
