
Ilustrasi edukasi tentang limbah B3. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com-Kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan kini mulai beranjak dari ruang wacana menuju aksi nyata. Fenomena ini terlihat dari semakin banyak inisiatif publik dan swasta yang mengusung kegiatan berbasis lingkungan, termasuk kolaborasi terbaru bertajuk Langkah Membumi Ecoground 2025 yang akan digelar di Taman Kota Peruri, Jakarta, pada 8–9 November.
Berbeda dari acara serupa yang kerap berhenti pada seremonial, Langkah Membumi tahun ini mencoba menghadirkan pendekatan lebih aplikatif. Alih-alih sekadar kampanye hijau, kegiatan ini dirancang untuk membiasakan gaya hidup berkelanjutan melalui olahraga, wellness, hingga workshop edukatif yang bisa langsung diterapkan masyarakat.
“Isu lingkungan tidak cukup hanya disuarakan. Perlu ruang interaksi dan kebiasaan baru yang membumi,” kata perwakilan Blibli Tiket Action dalam keterangan resminya.
Salah satu bagian paling menarik dari gelaran ini adalah Membumi Run, di mana setiap satu kilometer yang ditempuh pelari akan dikonversi menjadi satu pohon mangrove yang ditanam di wilayah pesisir melalui kolaborasi dengan startup lingkungan Jejakin.
Skema ini diyakini menandai tren baru dalam event hijau di Indonesia. Setiap partisipasi publik memiliki dampak konkret bagi bumi.
Masyarakat dapat ikut serta mulai 16 Oktober 2025, dengan kontribusi mulai dari Rp35 ribu untuk bibit mangrove sekaligus akses ke berbagai kegiatan olahraga dan eco-workshop.
Fenomena menarik lainnya, program Langkah Membumi to University turut digelar di sejumlah kampus Jabodetabek bersama figur publik Cinta Laura, yang selama ini dikenal aktif mengadvokasi isu lingkungan dan pendidikan.
Kegiatan ini tak sekadar talkshow, tetapi juga menjadi ajang menjaring green talents, mahasiswa yang tertarik berkarier di sektor keberlanjutan dan ekonomi hijau.
“Generasi muda adalah penggerak perubahan. Mereka bukan sekadar audiens, tapi co-creator masa depan yang lebih hijau,” ujar Cinta Laura dalam sesi kampus talk di Jakarta baru-baru ini.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Langkah Membumi diklaim terus bertransformasi dari festival tahunan menjadi gerakan sosial kolektif. Tahun lalu, acara ini mencatat 18 ribu pengunjung dan lebih dari 350 kolaborator, serta mulai mengukur jejak karbon penyelenggaraannya berdasarkan standar ISO 14040/44, sesuatu yang masih jarang dilakukan di ranah acara publik Indonesia.
Pada edisi sebelumnya, penyelenggara mencatat 218,6 ton CO₂e emisi, dengan 10,6 ton berhasil dihindari berkat penggunaan material ramah lingkungan dan pengurangan sampah plastik. Catatan ini menjadi preseden penting bahwa festival publik bisa diukur dampaknya, bukan hanya gaungnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022