
Ilustrasi seseorang menulis di dekat jendela rumah. (Freepik)
JawaPos.com - Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari dalam waktu singkat.
Banyak benda yang dulunya sangat umum kini dianggap barang antik oleh generasi muda. Generasi Baby Boomer adalah saksi bagaimana banyak dari benda-benda tersebut menghilang.
Benda-benda ini dulunya merupakan bagian penting dari rutinitas mereka, seperti yang diungkapkan.
Melansir dari Geediting.com, generasi sekarang mungkin sulit membayangkan bagaimana kakek-nenek mereka melakukan aktivitas tanpa kemudahan digital. Mari kita lihat delapan benda sehari-hari yang kini hampir tidak ada lagi.
1. Dial-up Internet
Layanan internet dial-up adalah gerbang menuju World Wide Web pada masanya. Proses koneksi ini menghasilkan buzz, desisan, dan jeritan keras yang terkenal sebelum akhirnya tersambung. Generasi Boomer harus menunggu sekitar lima menit hanya untuk bisa memeriksa surat elektronik mereka.
2. Disket (Floppy Disks)
Disket floppy adalah media penyimpanan data yang populer pada masanya, meskipun kapasitasnya sangat terbatas. Mereka telah digantikan oleh flash drive dan penyimpanan awan yang dapat menampung ribuan kali lipat data. Disket ini kini hanya dapat ditemukan di museum teknologi.
3. Bilik Telepon (Phone Booths)
Bilik telepon dengan dinding kaca dan telepon koin pernah menjadi pemandangan umum di setiap sudut jalan. Mereka berfungsi sebagai jaring pengaman komunikasi bagi siapa saja yang tidak memiliki telepon sendiri. Keberadaannya kini telah sepenuhnya digantikan oleh telepon genggam pribadi.
4. Kaset VHS dan Perekam VCR
VHS merupakan sistem video rumahan yang sangat disukai oleh banyak keluarga di era Boomer. Keluarga sering berkumpul di depan televisi untuk menonton film rilisan baru atau rekaman acara favorit mereka. Sistem ini telah digantikan oleh DVD dan layanan streaming yang lebih praktis.
5. Surat Tulisan Tangan
Surat yang ditulis dengan tangan sangatlah ikonik bagi generasi Boomer sebagai cara berkomunikasi pribadi. Surat-surat ini terasa lebih intim dan personal daripada pesan digital masa kini. Meskipun jarang digunakan, surat tulisan tangan masih menjadi cara yang berharga untuk mengungkapkan perasaan.
6. Kamera Film

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
