
Ilustrasi orang yang berkelas. (Freepik)
JawaPos.Com - Kelas menengah selalu berada di posisi yang unik. Tidak hidup dalam keterbatasan ekstrem, tetapi juga belum mencapai kenyamanan finansial yang benar-benar stabil.
Mereka berada di antara keinginan untuk naik kelas dan ketakutan turun kelas, sehingga banyak keputusan hidup dipengaruhi oleh tekanan sosial, bukan kebutuhan nyata.
Keinginan untuk tampil layak, sukses, dan “berkelas” kerap melahirkan kebiasaan yang tampak mewah namun sebenarnya rapuh.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan kebiasaan kelas menengah yang sering dianggap berkelas, tapi justru memperlihatkan ketidakamanan yang mereka sembunyikan.
1. Membeli Barang Branded agar Terlihat Naik Kelas
Banyak orang kelas menengah merasa harus memiliki setidaknya satu atau dua barang branded agar tidak dianggap “biasa-biasa saja”.
Tas tangan, sepatu, atau jam tangan bermerek sering menjadi simbol kemapanan, padahal tidak sedikit yang membelinya dengan cara mencicil atau bahkan mengorbankan kebutuhan lain.
Kebiasaan ini lebih banyak ditujukan untuk validasi sosial daripada kepuasan pribadi.
Mereka ingin terlihat sukses, meski kenyamanan finansialnya sebenarnya belum cukup kuat.
2. Nongkrong di Tempat Mahal demi Gengsi
Kafe premium atau restoran yang sedang viral sering menjadi tempat pelarian kelas menengah untuk sekadar merasa “setara”.
Nongkrong bukan lagi kegiatan santai, melainkan ajang pembuktian bahwa mereka punya gaya hidup serupa dengan kalangan yang lebih mapan.
Meski foto-fotonya terlihat glamor di media sosial, kenyataannya banyak dari mereka menghitung sisa uang setelah membayar kopi seharga hampir makan siang dua kali.
3. Memaksakan Liburan ke Destinasi Jauh
Liburan seharusnya menjadi momentum penyegaran, namun bagi sebagian kelas menengah, liburan juga merupakan alat untuk menunjukkan status sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022