Salah satu manfaat journaling adalah meredakan stres (freepik)
JawaPos.com – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang mencari cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental tanpa harus selalu bergantung pada terapi formal.
Salah satu kebiasaan yang kini kembali populer adalah journaling atau menulis jurnal. Hal ini bukan sekadar mencatat kejadian harian,journaling terbukti secara psikologis membantu menata emosi, pikiran dan stres yang sering menumpuk tanpa disadari.
Pasalnya saat Anda menuangkan pengalaman Anda ke dalam kata-kata, Anda dapat mulai mengatur pikiran. Mengekspresikan dan memproses emosi, mengidentifikasi pola dan merenungkan cara untuk meningkatkan kesejahteraan Anda.
Dalam studi tentang menulis jurnal, peserta tampaknya mendapatkan manfaat kesehatan fisik dan mental seperti peningkatan suasana hati, pengurangan perasaan tertekan dan peningkatan fungsi kekebalan tubuh.
Dilansir dari laman Help Guide, Minggu (8/2) berikut beberapa manfaat journaling untuk kesehatan mental :
Journaling membantu seseorang untuk mengekspresikan emosi yang sulit diucapkan secara lisan. Saat perasaan sedih, hampa atau putus asa dituliskan, beban emosional perlahan menjadi lebih ringan karena tidak lagi hanya dipendam.
Penelitian dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa menulis dengan penuh ekspresif dapat membantu menurunkan intensitas gejala depresi ringan hingga sedang.
Dalam kehidupan sehari-hari, menulis sebelum tidur sering membuat pikiran lebih tenang dan tidur terasa lebih lega.
Baca Juga: 7 Teknik Journaling untuk Kesehatan Mental: Bikin Hati Tentram, Tenang, dan Stres Berangsur Hilang
Bagi individu yang pernah mengalami peristiwa traumatis, ingatan sering muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasalnya journaling bisa membantu memproses trauma secara bertahap dalam ruang yang aman.
Studi dalam Journal of Traumatic Stress menemukan bahwa menulis pengalaman emosional secara rapi dan terstruktur dapat mengurangi intensitas kilas balik dan tekanan emosional.
Dalam praktiknya, seseorang bisa menulis tanpa aturan, fokus pada apa yang dirasakan bukan pada tata bahasanya. Intinya dengan menulis maka Anda bisa memberikan kendali kembali atas cerita hidup yang sempat terasa kacau.
Journaling membuat seseorang berhenti sejenak dan melihat hidupnya dengan lebih jujur. Melalui tulisan, pola emosi, kebiasaan dan reaksi diri menjadi lebih terlihat.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
