
Ilustrasi seseorang yang sering menyela pembicaraan (freepik/drobotdean)
JawaPos.com - Dalam sebuah percakapan, ada batas tipis antara menjadi pendengar aktif dan justru menjadi pengganggu.
Salah satu bentuk gangguan yang paling umum adalah interupsi—ketika seseorang memotong pembicaraan sebelum lawan bicara selesai menyampaikan maksudnya.
Hampir semua orang pernah mengalaminya, baik sebagai pihak yang menyela maupun yang disela. Sekilas, kebiasaan ini mungkin tampak sepele.
Namun jika ditelaah lebih dalam, tindakan menyela sebenarnya bisa mengungkap banyak hal tentang karakter, pola pikir, bahkan kondisi emosional seseorang.
Lantas, apa saja alasan di balik kebiasaan menyela ini? Dan apa makna tersembunyi yang bisa kita pahami dari perilaku tersebut? Berikut ulasan lengkapnya dilansir dari Global English Editing.
1. Upaya Menunjukkan Dominasi
Salah satu alasan paling umum seseorang menyela pembicaraan adalah keinginan untuk menunjukkan dominasi. Dalam konteks ini, interupsi menjadi alat untuk mengendalikan arah percakapan.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya ingin memastikan bahwa suara merekalah yang paling didengar.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
