
Ilustrasi papercup untuk wadah streetfood/freepik
JawaPos.com-Harga plastik yang naik dua kali lipat lebih akibat dampak perang, membuat banyak pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual produk mereka.
Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya produksi yang semakin tinggi, terutama saat harga kemasan plastik terus merangkak naik tanpa ada kepastian.
Padahal, kemasan plastik menjadi poin krusial di berbagai elemen jenis usaha di Indonesia. Khususnya UMKM di bidang makanan, mulai dari pedagang kaki lima, produk-produk UMKM, gerai minuman, sampai industri besar, semuanya masih sangat bergantung pada kemasan plastik.
Di sisi lain kemasan plastik ini mengandung senyawa mikroplastik yang menyimpan risiko kesehatan. Mikroplastik di dalamnya bisa larut saat terkena panas dari makanan, yang meningkatkan risiko penyakit kanker.
Selain itu, menurut ukmindonesia.id dan waste4change.com/ kemasan plastik bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang nyata. Pencemaran yang ditimbulkan bisa merusak tanah, air, dan udara bahkan membutuhkan sampai 500 tahun untuk bisa terurai.
Ditengah ketidakpastian harga plastik yang terus mahal entah sampai kapan, ada alternatif kemasan yang murah dan juga ramah lingkungan. Pilihan ini bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha agar tetap bisa menjalankan bisnis tanpa membebani biaya produksi.
Beberapa produk ramah lingkungan non plastik ini juga sama efektifnya saat digunakan untuk mengemas jualan anda, sehingga tidak mengurangi kualitas dan fungsi dalam penjualannya.
Papercup
Papercup berbahan dasar kertas bisa menjadi alternatif kemasan anda untuk wadah berbagai jenis makanan dan minuman, seperti es, cilok kuah, siomay, cilor, telur gulung, dan jajanan street food yang lain. Keunggulan utama dari papercup ini adalah adanya pelapis pelindung di bagian dalam yang membuat papercup ini tahan terhadap kuah, sehingga tidak mudah bocor meskipun digunakan untuk makanan panas dan berkuah. Selain itu, penggunaan papercup juga akan memberikan tampilan yang lebih rapi dan kekinian untuk dagangan anda. Pilih papercup dengan bahan yang cukup tebal supaya tidak mudah lunak saat terkena suhu panas dan tetap nyaman saat dipegang customer anda.
Kemasan Bagasse
Kemasan bagasse berbahan dasar ampas tebu. Kemasan bagasse tersedia dalam banyak model mulai dari cup, wadah makan, piring, kotak, dan juga mangkuk. Berbahan dasar serat, sehingga kemasan ini sangat ramah lingkungan dan mudah terurai. Kemasan ini juga cukup terjangkau, mulai berkisar dari Rp 1.000-7.000 rupiah sehingga cocok digunakan untuk pelaku usaha yang ingin beralih ke kemasan eco friendly tanpa mengeluarkan biaya mahal.
Kemasan Plepah
Selain itu, anda bisa menggunakan kemasan untuk wadah makan dari pelepah pohon pinang. Kemasan plepah ini sangat kokoh dan tahan panas. Sehingga aman dipakai untuk berbagai jenis masakan dan dimasak di dalam oven. Selain fungsional, kemasan plepah ini bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos setelah digunakan. Dengan memilih kemasan ini, secara tidak langsung anda juga ikut mendukung usaha mikro dan komunitas di indonesia untuk memproduksi lokal brand yang ramah lingkungan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
