Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 17.35 WIB

10 Frasa yang Menunjukkan Kurangnya Empati Kepada Orang Lain Menurut Psikologi

seseorang yang perkataannya menunjukkan kurang empati. (Freepik/marinaghanis98) - Image

seseorang yang perkataannya menunjukkan kurang empati. (Freepik/marinaghanis98)


JawaPos.com - Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Dalam psikologi, empati merupakan komponen penting dalam hubungan sosial yang sehat.

Namun, tidak semua orang memiliki tingkat empati yang sama. Tanpa disadari, seseorang yang kurang empati sering menggunakan frasa tertentu yang justru memperburuk kondisi emosional orang lain.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 frasa yang sering digunakan oleh orang dengan tingkat empati rendah, beserta penjelasan psikologisnya:

1. “Itu kan masalah kecil, kenapa dibesar-besarkan?”

Frasa ini meremehkan perasaan orang lain. Dalam psikologi, ini disebut sebagai emotional invalidation, yaitu menolak atau mengecilkan emosi seseorang. Padahal, setiap individu memiliki toleransi stres yang berbeda.

2. “Orang lain juga lebih susah dari kamu”

Alih-alih menghibur, kalimat ini membuat seseorang merasa tidak berhak untuk merasa sedih. Ini menunjukkan kurangnya kemampuan untuk fokus pada pengalaman unik individu.

3. “Kamu terlalu baper”

Frasa ini sering digunakan untuk menyalahkan orang yang sedang emosional. Dalam perspektif psikologi, ini adalah bentuk gaslighting ringan, karena membuat seseorang meragukan validitas perasaannya sendiri.

4. “Ya sudah, move on saja”

Walaupun terdengar seperti saran, kalimat ini seringkali mengabaikan proses emosional yang penting. Psikologi menekankan bahwa emosi perlu diproses, bukan ditekan.

5. “Itu salah kamu sendiri”

Frasa ini menunjukkan kecenderungan blaming tanpa memahami konteks. Orang yang empatik biasanya akan mencari pemahaman sebelum menyimpulkan.

6. “Saya juga pernah, tapi saya tidak selemah itu”

Kalimat ini membandingkan dan merendahkan sekaligus. Dalam psikologi sosial, ini menunjukkan kurangnya perspektif taking, yaitu kemampuan melihat dari sudut pandang orang lain.

7. “Ngapain sih dipikirin terus?”

Frasa ini mengabaikan fakta bahwa otak manusia tidak selalu bisa “mematikan” pikiran secara instan, terutama saat mengalami stres atau kecemasan.

8. “Sudah lah, jangan lebay”

Kata “lebay” sering digunakan untuk meremehkan emosi. Ini bisa membuat seseorang merasa malu terhadap perasaannya sendiri, yang dalam jangka panjang berdampak pada kesehatan mental.

9. “Kamu harusnya lebih kuat”

Kalimat ini terdengar memotivasi, tetapi sebenarnya bisa menjadi tekanan tambahan. Dalam psikologi, ini disebut sebagai toxic positivity, yaitu dorongan untuk selalu kuat tanpa ruang untuk rapuh.

10. “Saya tidak mengerti kenapa kamu merasa begitu”

Frasa ini sebenarnya netral, tetapi jika disampaikan tanpa usaha untuk memahami, ini menunjukkan ketidakpedulian. Orang yang empatik biasanya akan melanjutkan dengan pertanyaan atau usaha memahami lebih dalam.

Kesimpulan

Kurangnya empati bukan selalu berarti seseorang “jahat”, tetapi bisa disebabkan oleh kurangnya kesadaran emosional, pengalaman hidup, atau pola asuh. Namun, penggunaan frasa-frasa di atas dapat berdampak negatif pada hubungan interpersonal dan kesehatan mental orang lain.

Dalam psikologi, empati bisa dilatih. Salah satu cara sederhana adalah dengan mengganti frasa-frasa di atas menjadi kalimat yang lebih suportif, seperti:

“Aku ngerti ini pasti berat buat kamu”
“Mau cerita lebih lanjut?”
“Aku di sini kalau kamu butuh”

Dengan meningkatkan empati, kita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi juga membangun koneksi yang lebih dalam dan bermakna.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore