
seseorang yang pandai mengelola keuangan. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa keberhasilan finansial di masa pensiun hanya ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan. Padahal, dari sudut pandang psikologi keuangan, pola perilaku sehari-hari jauh lebih menentukan daripada sekadar angka gaji.
Cara seseorang mengelola uang mencerminkan pola pikir, emosi, dan kebiasaan yang terbentuk bertahun-tahun.
Dilansir dari Expert Editor, para ahli menemukan bahwa beberapa perilaku sederhana bisa menjadi “indikator dini” apakah seseorang akan hidup nyaman atau justru kesulitan saat pensiun.
Berikut 7 perilaku tersebut:
1. Menunda Menabung (Present Bias)
Salah satu bias paling umum dalam present bias adalah kecenderungan memilih kesenangan sekarang dibanding manfaat jangka panjang.
Orang dengan perilaku ini biasanya:
Selalu bilang “nanti saja nabung”
Mengutamakan gaya hidup saat ini
Sulit konsisten menyisihkan uang
Secara psikologis, otak lebih menghargai reward instan dibanding masa depan yang terasa jauh. Akibatnya, tabungan pensiun sering tertunda—dan waktu adalah faktor terpenting dalam investasi.
Dampaknya: Saat pensiun, mereka harus mengejar waktu yang sudah hilang, sering kali dengan hasil yang tidak optimal.
2. Gaya Hidup Selalu Naik (Lifestyle Inflation)
Ketika penghasilan naik, pengeluaran ikut naik—ini disebut lifestyle inflation.
Contohnya:
Gaji naik → langsung upgrade mobil
Bonus → habis untuk liburan mewah
Tidak ada peningkatan tabungan
Secara psikologis, ini terkait dengan kebutuhan status sosial dan validasi.
Masalahnya: Tidak ada “ruang” untuk menabung lebih banyak meskipun penghasilan meningkat.
3. Tidak Nyaman Membicarakan Uang
Banyak orang menghindari topik keuangan karena:
Takut terlihat “pelit”
Tidak paham
Trauma finansial masa lalu
Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan norma sosial dan rasa malu.
Akibatnya:
Tidak punya rencana pensiun jelas
Tidak pernah mengevaluasi kondisi finansial
Menghindari keputusan penting
Hasilnya: Masa depan finansial berjalan tanpa arah.
4. Mengandalkan “Nanti Juga Ada Jalan”
Optimisme itu baik, tapi terlalu optimis tanpa rencana disebut optimism bias.
Ciri-cirinya:
Tidak punya dana darurat
Tidak investasi
Percaya “nanti rezeki datang sendiri”
Secara psikologis, ini membuat orang meremehkan risiko.
Dampaknya: Saat terjadi krisis (PHK, sakit, dll), kondisi finansial langsung goyah.
5. Impulsif dalam Pengeluaran
Perilaku impulsif berkaitan dengan kontrol diri yang rendah, yang dalam psikologi dikenal sebagai bagian dari self-regulation.
Tandanya:
Sering belanja tanpa rencana
Mudah tergoda diskon
Menggunakan kartu kredit tanpa kontrol
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menunda kepuasan (delayed gratification) adalah salah satu prediktor kuat kesuksesan jangka panjang.
Implikasi: Tabungan sulit tumbuh karena selalu “bocor”.
6. Tidak Memisahkan Identitas Diri dari Kekayaan
Beberapa orang mengaitkan harga diri dengan uang:
Merasa sukses jika terlihat kaya
Takut terlihat “turun kelas”
Membeli barang demi citra
Ini berkaitan dengan konsep self-esteem.
Masalahnya:
Keputusan finansial jadi emosional, bukan rasional.
Akibat jangka panjang:
Pengeluaran besar untuk hal yang tidak meningkatkan keamanan finansial.
7. Tidak Punya Tujuan Finansial yang Jelas
Tanpa tujuan, otak sulit membuat keputusan yang konsisten. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan goal-setting theory.
Orang yang tidak punya tujuan:
Tidak tahu berapa yang harus ditabung
Tidak punya target pensiun
Mudah tergoda pengeluaran
Sebaliknya, orang yang punya tujuan spesifik:
Lebih disiplin
Lebih tahan godaan
Lebih konsisten investasi
Kesimpulan
Masa pensiun bukan ditentukan oleh seberapa besar penghasilan Anda hari ini, tetapi oleh pola perilaku yang Anda ulang setiap hari.
Dari sudut pandang psikologi:
Kebiasaan kecil → membentuk pola
Pola → membentuk masa depan finansial
Kabar baiknya, perilaku ini bisa diubah.
Mulai dari:
Menabung sedikit tapi konsisten
Menyadari bias diri sendiri
Membuat tujuan keuangan yang jelas

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
