Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 15.01 WIB

7 Perilaku Keuangan yang Mengungkap Masa Depan Pensiun Anda Menurut Psikologi

seseorang yang pandai mengelola keuangan. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection) - Image

seseorang yang pandai mengelola keuangan. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)

JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa keberhasilan finansial di masa pensiun hanya ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan. Padahal, dari sudut pandang psikologi keuangan, pola perilaku sehari-hari jauh lebih menentukan daripada sekadar angka gaji.

Cara seseorang mengelola uang mencerminkan pola pikir, emosi, dan kebiasaan yang terbentuk bertahun-tahun.

Dilansir dari Expert Editor, para ahli menemukan bahwa beberapa perilaku sederhana bisa menjadi “indikator dini” apakah seseorang akan hidup nyaman atau justru kesulitan saat pensiun.

Berikut 7 perilaku tersebut:

1. Menunda Menabung (Present Bias)

Salah satu bias paling umum dalam present bias adalah kecenderungan memilih kesenangan sekarang dibanding manfaat jangka panjang.

Orang dengan perilaku ini biasanya:

Selalu bilang “nanti saja nabung”
Mengutamakan gaya hidup saat ini
Sulit konsisten menyisihkan uang

Secara psikologis, otak lebih menghargai reward instan dibanding masa depan yang terasa jauh. Akibatnya, tabungan pensiun sering tertunda—dan waktu adalah faktor terpenting dalam investasi.

Dampaknya: Saat pensiun, mereka harus mengejar waktu yang sudah hilang, sering kali dengan hasil yang tidak optimal.

2. Gaya Hidup Selalu Naik (Lifestyle Inflation)

Ketika penghasilan naik, pengeluaran ikut naik—ini disebut lifestyle inflation.

Contohnya:

Gaji naik → langsung upgrade mobil
Bonus → habis untuk liburan mewah
Tidak ada peningkatan tabungan

Secara psikologis, ini terkait dengan kebutuhan status sosial dan validasi.

Masalahnya: Tidak ada “ruang” untuk menabung lebih banyak meskipun penghasilan meningkat.

3. Tidak Nyaman Membicarakan Uang

Banyak orang menghindari topik keuangan karena:

Takut terlihat “pelit”
Tidak paham
Trauma finansial masa lalu

Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan norma sosial dan rasa malu.

Akibatnya:

Tidak punya rencana pensiun jelas
Tidak pernah mengevaluasi kondisi finansial
Menghindari keputusan penting

Hasilnya: Masa depan finansial berjalan tanpa arah.

4. Mengandalkan “Nanti Juga Ada Jalan”

Optimisme itu baik, tapi terlalu optimis tanpa rencana disebut optimism bias.

Ciri-cirinya:

Tidak punya dana darurat
Tidak investasi
Percaya “nanti rezeki datang sendiri”

Secara psikologis, ini membuat orang meremehkan risiko.

Dampaknya: Saat terjadi krisis (PHK, sakit, dll), kondisi finansial langsung goyah.

5. Impulsif dalam Pengeluaran

Perilaku impulsif berkaitan dengan kontrol diri yang rendah, yang dalam psikologi dikenal sebagai bagian dari self-regulation.

Tandanya:

Sering belanja tanpa rencana
Mudah tergoda diskon
Menggunakan kartu kredit tanpa kontrol

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menunda kepuasan (delayed gratification) adalah salah satu prediktor kuat kesuksesan jangka panjang.

Implikasi: Tabungan sulit tumbuh karena selalu “bocor”.

6. Tidak Memisahkan Identitas Diri dari Kekayaan

Beberapa orang mengaitkan harga diri dengan uang:

Merasa sukses jika terlihat kaya
Takut terlihat “turun kelas”
Membeli barang demi citra

Ini berkaitan dengan konsep self-esteem.

Masalahnya:
Keputusan finansial jadi emosional, bukan rasional.

Akibat jangka panjang:
Pengeluaran besar untuk hal yang tidak meningkatkan keamanan finansial.

7. Tidak Punya Tujuan Finansial yang Jelas

Tanpa tujuan, otak sulit membuat keputusan yang konsisten. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan goal-setting theory.

Orang yang tidak punya tujuan:

Tidak tahu berapa yang harus ditabung
Tidak punya target pensiun
Mudah tergoda pengeluaran

Sebaliknya, orang yang punya tujuan spesifik:

Lebih disiplin
Lebih tahan godaan
Lebih konsisten investasi
Kesimpulan

Masa pensiun bukan ditentukan oleh seberapa besar penghasilan Anda hari ini, tetapi oleh pola perilaku yang Anda ulang setiap hari.

Dari sudut pandang psikologi:

Kebiasaan kecil → membentuk pola
Pola → membentuk masa depan finansial

Kabar baiknya, perilaku ini bisa diubah.

Mulai dari:

Menabung sedikit tapi konsisten
Menyadari bias diri sendiri
Membuat tujuan keuangan yang jelas

Karena pada akhirnya, masa pensiun bukan soal “berapa banyak uang yang Anda hasilkan”, tapi bagaimana Anda berpikir dan bertindak terhadap uang.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore