
seseorang yang tumbuh dengan perasaan dirinya tidak menarik (Freepik/katemangostar)
JawaPos.com - Tidak semua luka terlihat jelas di permukaan. Ada orang-orang yang tumbuh dengan keyakinan diam-diam bahwa mereka “tidak menarik”—baik secara fisik, sosial, maupun emosional.
Perasaan ini sering kali tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari pengalaman masa lalu: kritik berulang, perbandingan dengan orang lain, penolakan, atau kurangnya validasi.
Dilansir dari Expert Editor, menurut psikologi, keyakinan ini jarang disadari secara penuh. Namun, ia tercermin melalui berbagai pola perilaku sehari-hari. Tanpa disadari, orang yang merasa dirinya tidak menarik sering menunjukkan tanda-tanda berikut ini:
1. Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Orang yang merasa tidak menarik cenderung memiliki “inner critic” yang sangat kuat. Mereka sering mengkritik penampilan, cara bicara, bahkan kepribadian mereka sendiri.
Alih-alih melihat kelebihan, fokus mereka hampir selalu tertuju pada kekurangan. Hal ini membuat mereka sulit menerima pujian karena dalam pikiran mereka, pujian itu “tidak benar”.
2. Sulit Menerima Pujian
Ketika seseorang memuji mereka, respons yang muncul sering kali berupa:
“Ah, nggak juga kok.”
“Cuma kebetulan aja.”
“Kamu lebay deh.”
Secara psikologis, ini terjadi karena ada ketidaksesuaian antara cara mereka melihat diri sendiri dan cara orang lain melihat mereka. Otak cenderung menolak informasi yang bertentangan dengan keyakinan lama.
3. Menghindari Perhatian
Alih-alih menikmati sorotan, mereka justru merasa tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian. Mereka mungkin:
Menghindari tampil di depan umum
Tidak suka difoto
Menolak kesempatan tampil atau memimpin
Ini bukan karena tidak mampu, tetapi karena takut “terlihat buruk” di mata orang lain.
4. Terlalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Perbandingan sosial menjadi kebiasaan yang hampir otomatis. Mereka sering merasa:
Orang lain lebih menarik
Orang lain lebih percaya diri
Orang lain lebih “layak” dicintai
Masalahnya, perbandingan ini jarang objektif. Mereka cenderung melihat kelebihan orang lain dan kekurangan diri sendiri secara bersamaan.
5. Berusaha Menyenangkan Semua Orang
Karena merasa tidak cukup “menarik” secara alami, mereka mencoba menggantinya dengan menjadi “orang yang menyenangkan”.
Mereka mungkin:
Sulit berkata tidak
Mengorbankan kebutuhan sendiri
Selalu berusaha disukai
Secara tidak sadar, ini adalah cara untuk mendapatkan penerimaan eksternal yang tidak mereka rasakan dari dalam diri.
6. Overthinking dalam Interaksi Sosial
Setelah percakapan selesai, mereka sering memutar ulang kejadian tersebut di kepala:
“Tadi aku aneh nggak ya?”
“Aku ngomong salah nggak?”
“Dia jadi ilfeel nggak ya?”
Overthinking ini berasal dari rasa takut dinilai negatif, yang berakar dari keyakinan bahwa diri mereka memang “tidak cukup baik”.
7. Menarik Diri Secara Emosional
Meskipun mungkin terlihat ramah di luar, secara emosional mereka sering menjaga jarak. Mereka takut:
Ditolak
Tidak dianggap menarik
Tidak cukup berharga
Akhirnya, mereka memilih untuk tidak terlalu terbuka. Ini adalah mekanisme perlindungan agar tidak terluka.
Kenapa Perilaku Ini Terbentuk?
Menurut psikologi, keyakinan tentang diri sendiri terbentuk dari pengalaman berulang, terutama di masa awal kehidupan. Jika seseorang sering menerima pesan—baik langsung maupun tidak langsung—bahwa dirinya kurang menarik atau tidak cukup, otak akan menginternalisasi hal tersebut sebagai “kebenaran”.
Seiring waktu, keyakinan ini menjadi lensa yang memengaruhi cara mereka melihat dunia, orang lain, dan diri sendiri.
Kabar Baiknya: Ini Bisa Diubah
Meskipun pola-pola ini terasa otomatis, bukan berarti tidak bisa diubah. Kesadaran adalah langkah pertama.
Beberapa hal yang bisa membantu:
Mulai mengenali dialog internal yang negatif
Belajar menerima pujian tanpa langsung menolaknya
Mengurangi kebiasaan membandingkan diri
Membangun self-compassion (belas kasih pada diri sendiri)
Perubahan tidak terjadi dalam semalam, tetapi setiap langkah kecil sangat berarti.
Penutup
Merasa tidak menarik bukanlah fakta objektif, melainkan persepsi yang terbentuk dari pengalaman. Dan seperti persepsi lainnya, ia bisa berubah.
Jika kamu mengenali beberapa perilaku di atas dalam dirimu, itu bukan tanda kelemahan—melainkan tanda bahwa ada bagian dari dirimu yang dulu pernah terluka dan sedang berusaha melindungi diri.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
