
seseorang yang suasananya hatinya rusak oleh satu momen buruk(Freepik/user3980505)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa hari yang sebenarnya berjalan cukup baik tiba-tiba “hancur” hanya karena satu kejadian kecil? Misalnya, komentar negatif dari seseorang, kesalahan sepele di tempat kerja, atau rencana yang tidak berjalan sesuai harapan. Tanpa disadari, satu momen buruk itu menyebar, memengaruhi suasana hati, produktivitas, bahkan cara Anda memandang diri sendiri.
Fenomena ini sangat umum dalam psikologi dan dikenal sebagai negativity bias—kecenderungan otak manusia untuk lebih fokus pada hal negatif dibandingkan hal positif. Namun kabar baiknya, pola pikir kita bisa dilatih. Dengan perubahan perspektif yang tepat, satu momen buruk tidak harus merusak seluruh hari Anda.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 perubahan pola pikir yang terbukti secara psikologis dapat membantu Anda mengambil kembali kendali atas emosi dan menjalani hidup dengan lebih seimbang.
1. Dari “Ini Hari yang Buruk” menjadi “Ini Hanya Momen yang Buruk”
Kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah melakukan overgeneralization—menganggap satu kejadian mewakili keseluruhan hari.
Alih-alih berkata, “Hari ini buruk,” cobalah mengatakan, “Momen ini tidak menyenangkan.”
Perbedaan kecil ini memiliki dampak besar. Anda memberi batas pada emosi negatif, bukan membiarkannya menyebar ke seluruh pengalaman.
2. Dari “Kenapa Ini Terjadi Pada Saya?” menjadi “Apa yang Bisa Saya Pelajari?”
Ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, reaksi alami adalah mempertanyakan nasib. Namun, pola pikir ini membuat Anda terjebak dalam posisi korban.
Psikologi menunjukkan bahwa orang yang berkembang adalah mereka yang mengadopsi growth mindset. Mereka melihat setiap kejadian—baik atau buruk—sebagai peluang belajar.
Tanyakan pada diri sendiri:
Apa yang bisa saya ambil dari situasi ini?
Apakah ada cara saya bisa merespons lebih baik lain kali?
3. Dari Reaksi Emosional menjadi Respons Sadar
Momen buruk sering kali memicu reaksi spontan—marah, kesal, atau frustrasi. Namun, ada perbedaan besar antara bereaksi dan merespons.
Ambil jeda sejenak. Tarik napas dalam.
Penelitian menunjukkan bahwa jeda singkat dapat membantu otak berpindah dari mode emosional ke mode rasional.
Respons sadar memberi Anda kendali. Reaksi impulsif justru sering memperburuk situasi.
4. Dari Fokus pada Masalah menjadi Fokus pada Solusi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022