
seseorang yang memperkuat pikiran seiring bertambahnya usia. (Magnific/Wiroj Sidhisoradej)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih memperhatikan kesehatan fisik—olahraga, pola makan, dan istirahat. Namun, sering kali kita lupa bahwa kesehatan mental dan kekuatan pikiran juga membutuhkan perhatian yang sama. Pikiran yang tajam, fleksibel, dan resilien bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kebiasaan sehari-hari yang kita bangun dan pelihara.
Psikologi modern menunjukkan bahwa ada beberapa kebiasaan yang diam-diam melemahkan kemampuan kognitif, mempercepat penurunan mental, dan membuat kita lebih rentan terhadap stres serta kecemasan.
Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin tetap tajam secara mental hingga usia lanjut, berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.
1. Terlalu Sering Multitasking
Banyak orang menganggap multitasking sebagai tanda produktivitas tinggi. Padahal, penelitian psikologi menunjukkan sebaliknya. Otak manusia tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal sekaligus. Ketika Anda berpindah-pindah tugas, otak sebenarnya sedang “beralih” dengan cepat, yang justru menguras energi mental.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Untuk memperkuat pikiran, biasakan fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Ini melatih otak untuk bekerja lebih dalam dan efisien.
2. Kurang Tidur Secara Konsisten
Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi proses penting bagi otak untuk memperbaiki diri. Selama tidur, otak membersihkan racun, memperkuat koneksi saraf, dan menyimpan memori.
Kurang tidur secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, kesulitan fokus, dan bahkan meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif. Jika Anda ingin menjaga ketajaman pikiran, prioritaskan tidur berkualitas 7–8 jam setiap malam.
3. Menghindari Tantangan Mental
Otak seperti otot—semakin sering digunakan, semakin kuat. Kebiasaan menghindari tantangan mental, seperti belajar hal baru atau memecahkan masalah, dapat membuat kemampuan berpikir menurun lebih cepat.
Banyak orang merasa nyaman dengan rutinitas yang sama setiap hari. Namun, tanpa stimulasi baru, otak menjadi “malas”. Cobalah membaca buku baru, belajar bahasa asing, bermain teka-teki, atau mencoba keterampilan baru untuk menjaga otak tetap aktif.
4. Terlalu Banyak Konsumsi Informasi Pasif
Scrolling media sosial selama berjam-jam mungkin terasa santai, tetapi sebenarnya dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Konsumsi informasi yang pasif membuat otak hanya menerima, tanpa menganalisis atau memproses secara mendalam.
Psikologi menyarankan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi. Gantilah sebagian waktu scrolling dengan aktivitas yang lebih aktif secara mental, seperti menulis, berdiskusi, atau membaca secara reflektif.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
