
seseorang yang mengecek ponsel begitu bangun tidur (Magnific/stockking)
JawaPos.com - Di era digital, ponsel sudah menjadi benda yang hampir tidak pernah lepas dari tangan. Banyak orang bahkan menjadikannya sebagai “teman pertama” yang dilihat ketika membuka mata di pagi hari.
Alarm berhenti berbunyi, mata masih setengah terbuka, lalu tangan otomatis meraih ponsel untuk melihat notifikasi, media sosial, pesan, atau berita terbaru.
Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi psikologi modern memandang bahwa pola kecil yang dilakukan secara berulang sering kali mencerminkan kondisi mental, kebutuhan emosional, hingga karakter seseorang.
Bukan berarti semua orang yang langsung mengecek ponsel memiliki kepribadian yang sama. Namun, sejumlah penelitian psikologi perilaku menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut sering berkaitan dengan beberapa pola karakter tertentu.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang langsung mengecek ponselnya begitu bangun tidur.
1. Memiliki Tingkat Kecemasan yang Relatif Tinggi
Salah satu alasan paling umum seseorang langsung memeriksa ponsel saat bangun adalah dorongan untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang “terlewat”. Mereka ingin tahu apakah ada pesan penting, email pekerjaan, kabar keluarga, atau berita mendesak.
Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan anticipatory anxiety atau kecemasan antisipatif. Individu merasa perlu memeriksa informasi secepat mungkin untuk meredakan rasa tidak nyaman.
Orang dengan pola seperti ini biasanya:
Sulit benar-benar rileks
Cenderung memikirkan banyak hal sekaligus
Takut tertinggal informasi
Mudah merasa gelisah ketika tidak memegang ponsel
Mereka bukan selalu orang yang lemah secara mental. Justru sering kali mereka adalah individu yang sangat peduli terhadap tanggung jawab dan lingkungan sekitar. Hanya saja, otak mereka terbiasa berada dalam mode “siaga” bahkan sejak baru bangun tidur.
2. Sangat Membutuhkan Rasa Terhubung dengan Orang Lain
Bagi sebagian orang, membuka ponsel di pagi hari bukan soal pekerjaan atau berita, melainkan kebutuhan emosional untuk merasa terkoneksi.
Mereka ingin melihat pesan dari pasangan, teman, keluarga, atau sekadar memeriksa media sosial untuk mengetahui aktivitas orang lain.
Psikologi sosial menyebut bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar akan connection dan belonging. Ketika seseorang merasa nyaman dengan interaksi digital, ponsel menjadi alat utama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022