
seseorang yang tidak sukses dalam hidup (Magnific/stockking)
JawaPos.com - Kesuksesan sering kali terlihat seperti hasil dari bakat, kecerdasan, atau keberuntungan. Namun, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa faktor yang lebih menentukan justru sering kali adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi ketidaknyamanan. Banyak orang memiliki tujuan besar, tetapi hanya sedikit yang bersedia melakukan hal-hal yang terasa sulit, canggung, atau tidak menyenangkan dalam jangka pendek.
Otak manusia secara alami dirancang untuk mencari kenyamanan dan menghindari rasa sakit. Masalahnya, pertumbuhan hampir selalu berada di luar zona nyaman. Ketika seseorang terus-menerus menghindari ketidaknyamanan, ia juga tanpa sadar menghindari peluang untuk belajar, berkembang, dan mencapai tujuan yang lebih besar.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh tindakan tidak nyaman yang sering dihindari oleh orang-orang yang kesulitan mencapai kesuksesan dalam hidup, serta alasan psikologis di baliknya.
1. Menghadapi Kegagalan Secara Langsung
Tidak ada orang yang suka gagal. Kegagalan dapat memicu rasa malu, kecewa, dan keraguan terhadap diri sendiri. Karena itu, banyak orang memilih menghindari situasi yang berpotensi membuat mereka gagal.
Mereka tidak melamar pekerjaan impian karena takut ditolak. Mereka tidak memulai bisnis karena takut rugi. Mereka tidak mencoba hal baru karena takut terlihat tidak kompeten.
Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai avoidance behavior atau perilaku menghindar. Meskipun terasa nyaman dalam jangka pendek, kebiasaan ini justru memperkuat rasa takut dari waktu ke waktu.
Sebaliknya, orang yang sukses memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Mereka melihat kegagalan sebagai umpan balik, bukan sebagai bukti bahwa mereka tidak mampu. Setiap kegagalan memberikan informasi berharga tentang apa yang perlu diperbaiki.
Kesuksesan bukanlah tentang menghindari kegagalan, melainkan tentang tetap bergerak maju setelah mengalaminya.
2. Menunda Kepuasan Sesaat
Salah satu temuan psikologi paling terkenal adalah konsep delayed gratification atau kemampuan menunda kesenangan sesaat demi manfaat yang lebih besar di masa depan.
Contohnya sangat sederhana:
Menabung daripada menghabiskan seluruh gaji.
Belajar selama satu jam daripada terus menonton video hiburan.
Berolahraga meskipun tubuh ingin tetap berbaring di tempat tidur.
Tindakan-tindakan ini terasa tidak nyaman karena manfaatnya tidak langsung terlihat. Sebaliknya, hiburan, makanan cepat saji, atau belanja impulsif memberikan kesenangan instan.
Orang yang terus mengejar kenyamanan sesaat sering kali mengorbankan tujuan jangka panjang mereka. Sementara itu, mereka yang mampu menunda kepuasan biasanya lebih berhasil membangun karier, kesehatan, dan stabilitas finansial.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
