
seseorang yang tumbuh besar membaca buku (Magnific/jcomp)
JawaPos.com - Di era yang dipenuhi notifikasi, video pendek, dan arus informasi yang bergerak sangat cepat, kebiasaan membaca buku mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana. Namun, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar cara memperoleh pengetahuan. Kebiasaan ini juga dapat membentuk cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.
Orang yang tumbuh besar dengan membaca buku secara rutin sering kali menunjukkan pola karakteristik tertentu yang membedakan mereka dari orang lain. Tentu saja, tidak semua pembaca memiliki sifat yang sama, dan kepribadian manusia dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, psikologi menemukan bahwa paparan membaca dalam jangka panjang cenderung berkaitan dengan sejumlah kemampuan kognitif dan emosional yang unik.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri yang sering berkembang pada orang yang tumbuh besar dengan kebiasaan membaca buku.
1. Memiliki Empati yang Lebih Tinggi
Salah satu manfaat paling menarik dari membaca, terutama karya fiksi, adalah kemampuannya meningkatkan empati. Saat membaca novel, seseorang diajak masuk ke dalam pikiran, perasaan, dan pengalaman karakter yang mungkin sangat berbeda dari dirinya.
Pembaca belajar memahami bagaimana seseorang berpikir ketika menghadapi kehilangan, kegagalan, cinta, konflik, atau ketidakadilan. Proses mental ini melatih kemampuan untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang.
Psikolog menyebut kemampuan ini sebagai perspective-taking, yaitu kemampuan membayangkan pengalaman orang lain. Semakin sering seseorang berlatih memahami karakter dalam cerita, semakin terasah pula kemampuannya memahami manusia di kehidupan nyata.
Akibatnya, mereka sering terlihat lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu membangun hubungan sosial yang sehat.
2. Mampu Berkonsentrasi Lebih Lama
Membaca buku berbeda dengan mengonsumsi konten digital yang serba cepat. Buku menuntut perhatian berkelanjutan. Pembaca harus mengikuti alur cerita, memahami argumen, dan mengingat informasi dari halaman ke halaman.
Kebiasaan ini melatih otak untuk mempertahankan fokus dalam waktu yang lebih lama.
Dalam psikologi kognitif, perhatian adalah sumber daya mental yang dapat diperkuat melalui latihan. Sama seperti otot yang berkembang karena digunakan secara konsisten, kemampuan fokus juga meningkat ketika seseorang terbiasa membaca secara mendalam.
Itulah sebabnya banyak pembaca aktif merasa lebih nyaman mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dibandingkan orang yang terbiasa berpindah-pindah perhatian setiap beberapa menit.
3. Memiliki Kosakata dan Kemampuan Komunikasi yang Lebih Baik
Setiap buku memperkenalkan kata, frasa, dan cara penyampaian gagasan yang baru. Semakin banyak seseorang membaca, semakin luas pula gudang bahasanya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
