Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 04.10 WIB

6 Kebiasaan Orang Sukses yang Sering Mencapai Tujuan Mereka Menurut Psikologi

seseorang yang menetapkan tujuan dengan spesifik. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Setiap orang memiliki impian dan tujuan yang ingin dicapai. Ada yang ingin membangun bisnis, memperoleh karier yang lebih baik, hidup lebih sehat, atau mencapai kebebasan finansial. Namun, tidak semua orang berhasil mewujudkan target tersebut. Perbedaannya sering kali bukan terletak pada tingkat kecerdasan atau keberuntungan, melainkan pada kebiasaan sehari-hari.

Dalam dunia psikologi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang lebih dipengaruhi oleh pola pikir, pengendalian diri, dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten daripada motivasi sesaat. Orang-orang yang berhasil mencapai tujuan besar biasanya membangun rutinitas yang mendukung perkembangan diri dalam jangka panjang.

Lalu, kebiasaan apa saja yang dimiliki oleh mereka?

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (7/7), terdapat enam kebiasaan orang sukses yang sering mencapai tujuan mereka menurut psikologi.

1. Menetapkan Tujuan yang Spesifik dan Jelas

Salah satu kesalahan paling umum adalah memiliki tujuan yang terlalu umum, seperti "ingin sukses" atau "ingin kaya". Secara psikologis, otak bekerja lebih efektif ketika memiliki target yang jelas dan terukur.

Misalnya, dibandingkan mengatakan "ingin hidup sehat", seseorang akan lebih mudah konsisten jika menetapkan target seperti "berjalan kaki selama 30 menit setiap pagi selama lima hari dalam seminggu."

Psikologi menyebut bahwa tujuan yang spesifik meningkatkan fokus, memperjelas arah tindakan, serta membantu seseorang mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai.

Beberapa ciri tujuan yang efektif antara lain:

Memiliki batas waktu.
Dapat diukur.
Realistis.
Relevan dengan kebutuhan pribadi.
Memiliki langkah-langkah yang jelas.

Ketika seseorang mengetahui dengan pasti apa yang ingin dicapai, otaknya akan lebih mudah menyusun strategi untuk mencapainya.

2. Konsisten Meskipun Motivasi Sedang Turun

Motivasi memang penting, tetapi psikologi menunjukkan bahwa motivasi bersifat fluktuatif. Ada hari-hari ketika seseorang merasa sangat bersemangat, namun ada juga saat energi dan semangat menurun drastis.

Orang sukses tidak bergantung pada motivasi semata. Mereka lebih mengandalkan kebiasaan.

Misalnya, seorang penulis tetap menulis beberapa halaman setiap hari meskipun sedang tidak memiliki inspirasi. Seorang atlet tetap berlatih sesuai jadwal meskipun merasa lelah.

Dalam psikologi perilaku, tindakan yang dilakukan secara berulang akan membentuk kebiasaan otomatis. Setelah kebiasaan terbentuk, seseorang tidak lagi membutuhkan dorongan motivasi yang besar untuk melakukannya.

Inilah alasan mengapa konsistensi sering kali lebih penting daripada semangat yang tinggi tetapi hanya berlangsung sesaat.

3. Memiliki Kemampuan Mengendalikan Diri

Self-control atau pengendalian diri merupakan salah satu prediktor keberhasilan yang paling kuat menurut psikologi.

Orang sukses mampu menunda kesenangan sementara demi memperoleh hasil yang lebih besar di masa depan.

Contohnya:

Memilih belajar daripada bermain gim sebelum ujian.
Menabung daripada menghabiskan seluruh pendapatan.
Menyelesaikan pekerjaan sebelum menonton film.

Kemampuan ini membantu seseorang menghindari keputusan impulsif yang dapat menghambat pencapaian tujuan.

Pengendalian diri juga berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi. Ketika menghadapi kritik atau kegagalan, mereka tidak langsung menyerah atau mengambil keputusan secara emosional.

4. Selalu Melakukan Evaluasi Diri

Psikologi menjelaskan bahwa refleksi diri merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup.

Orang sukses tidak hanya bekerja keras, tetapi juga rutin mengevaluasi hasil yang telah dicapai.

Mereka biasanya bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang sudah berjalan baik?
Kesalahan apa yang perlu diperbaiki?
Hambatan apa yang muncul?
Strategi apa yang harus diubah?

Evaluasi semacam ini membantu seseorang belajar dari pengalaman, bukan sekadar mengulang kesalahan yang sama.

Tanpa refleksi, seseorang mungkin terus bekerja keras tetapi bergerak ke arah yang kurang tepat.

5. Berani Belajar dari Kegagalan

Banyak orang menganggap kegagalan sebagai akhir dari perjalanan. Namun menurut psikologi, individu yang memiliki growth mindset melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.

Alih-alih menyalahkan keadaan, mereka mencoba memahami penyebab kegagalan tersebut.

Mereka percaya bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui latihan, pengalaman, dan pembelajaran.

Sikap seperti ini membuat seseorang lebih tahan menghadapi tekanan serta tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan.

Dalam jangka panjang, kemampuan bangkit setelah gagal justru menjadi salah satu faktor utama yang membedakan orang sukses dengan mereka yang berhenti di tengah jalan.

6. Mengelilingi Diri dengan Lingkungan yang Positif

Psikologi sosial menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang.

Kebiasaan, pola pikir, bahkan tingkat produktivitas sering kali dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di sekitar kita.

Jika seseorang berada dalam lingkungan yang mendukung perkembangan diri, ia cenderung lebih termotivasi untuk belajar, berkembang, dan mencapai target.

Sebaliknya, lingkungan yang penuh dengan sikap pesimis atau kebiasaan negatif dapat menghambat kemajuan.

Orang sukses biasanya memilih untuk membangun hubungan dengan individu yang:

Memiliki tujuan hidup.
Gemar belajar.
Memberikan dukungan positif.
Mau berbagi ilmu dan pengalaman.
Memberikan kritik yang membangun.

Lingkungan yang sehat akan membantu seseorang mempertahankan kebiasaan positif dalam jangka panjang.

Mengapa Kebiasaan Lebih Penting daripada Bakat?

Banyak orang mengira bahwa kesuksesan hanya dimiliki oleh mereka yang berbakat. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa bakat hanyalah salah satu faktor kecil.

Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan alami yang tidak pernah diasah.

Seseorang yang terus belajar selama satu jam setiap hari akan mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Sebaliknya, orang yang sangat berbakat tetapi jarang berlatih akan sulit mempertahankan keunggulannya.

Karena itulah, membangun kebiasaan positif menjadi investasi terbaik untuk masa depan.

Cara Mulai Menerapkan Kebiasaan Orang Sukses

Mengubah kebiasaan tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah-langkah kecil justru lebih mudah dipertahankan.

Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:

Tentukan satu tujuan utama.
Pecah menjadi target mingguan.
Buat rutinitas harian yang sederhana.
Catat perkembangan setiap minggu.
Jangan takut melakukan kesalahan.
Berikan penghargaan kepada diri sendiri setelah mencapai target tertentu.

Dengan pendekatan bertahap, perubahan akan terasa lebih ringan dan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.

Penutup

Kesuksesan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Psikologi menunjukkan bahwa orang yang mampu menetapkan tujuan dengan jelas, konsisten, mengendalikan diri, melakukan evaluasi, belajar dari kegagalan, serta membangun lingkungan yang positif memiliki peluang lebih besar untuk mencapai tujuan mereka.

Kabar baiknya, enam kebiasaan tersebut bukanlah kemampuan bawaan. Siapa pun dapat mulai melatihnya sedikit demi sedikit. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan membangun kebiasaan yang tepat sejak hari ini, peluang untuk meraih tujuan di masa depan pun akan semakin besar.
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore