seseorang yang menghargai diri sendiri. (Magnific)
Dalam psikologi, kemampuan menghargai diri sendiri dikenal sebagai self-worth atau self-esteem yang sehat. Ini bukan berarti merasa lebih hebat dari orang lain, melainkan mampu menerima diri apa adanya, menyadari nilai yang dimiliki, serta tetap memperlakukan diri dengan hormat meski sedang mengalami kegagalan.
Kabar baiknya, rasa menghargai diri bukanlah sifat bawaan. Kemampuan ini dapat dilatih melalui kebiasaan sehari-hari.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (6/8), terdapat enam langkah yang didukung oleh prinsip-prinsip psikologi.
1. Hentikan Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Salah satu penyebab terbesar rendahnya penghargaan terhadap diri adalah kebiasaan terus-menerus membandingkan hidup dengan orang lain. Media sosial membuat kita hanya melihat sisi terbaik kehidupan orang lain, sementara kita membandingkannya dengan seluruh kenyataan hidup sendiri.
Menurut teori Social Comparison dari psikolog Leon Festinger, manusia memang memiliki kecenderungan alami untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal ini dapat menurunkan kepuasan hidup dan harga diri.
Daripada bertanya, "Mengapa mereka lebih sukses daripada saya?", ubahlah pertanyaan menjadi:
Apakah saya lebih baik dibandingkan diri saya enam bulan yang lalu?
Keterampilan apa yang sudah saya pelajari?
Kemajuan kecil apa yang berhasil saya capai?
Perbandingan yang paling sehat adalah membandingkan diri dengan versi diri Anda di masa lalu, bukan dengan kehidupan orang lain.
2. Berbicara kepada Diri Sendiri dengan Lebih Baik
Banyak orang menjadi pendukung terbaik bagi teman-temannya, tetapi menjadi pengkritik paling keras terhadap dirinya sendiri.
Saat melakukan kesalahan, kita sering berkata:
"Aku memang tidak mampu."
"Aku selalu gagal."
"Aku bodoh."
Psikologi menyebut kebiasaan ini sebagai negative self-talk, yaitu dialog internal yang terus-menerus menjatuhkan diri sendiri.
Sebaliknya, latihlah self-compassion atau belas kasih kepada diri sendiri.
Misalnya ubah kalimat:
"Aku gagal."
menjadi:
"Aku memang gagal kali ini, tetapi aku masih bisa belajar dan mencoba lagi."
Perubahan cara berbicara kepada diri sendiri akan memengaruhi cara otak memandang kemampuan dan potensi yang dimiliki.
3. Kenali dan Hargai Kelebihan yang Anda Miliki
Banyak orang mampu menyebutkan puluhan kekurangannya, tetapi kesulitan menyebutkan lima kelebihan dirinya.
Padahal setiap orang memiliki nilai yang unik.
Cobalah membuat daftar seperti berikut:
kemampuan yang Anda kuasai,
sifat baik yang sering dipuji orang,
pencapaian yang pernah diraih,
tantangan yang berhasil dilewati,
kontribusi yang pernah diberikan kepada orang lain.
Membaca kembali daftar tersebut secara berkala membantu otak mengingat bahwa Anda memiliki banyak kualitas positif yang sering terlupakan.
Menghargai diri bukan berarti mengabaikan kekurangan, melainkan melihat diri secara lebih seimbang.
4. Tetapkan Batasan yang Sehat
Orang yang sulit menghargai dirinya sering merasa tidak enak mengatakan "tidak". Mereka terus membantu orang lain meskipun dirinya sendiri kelelahan.
Dalam psikologi, kemampuan menetapkan healthy boundaries merupakan tanda bahwa seseorang memahami nilai dirinya.
Menetapkan batasan bukan berarti egois.
Sebaliknya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap waktu, tenaga, emosi, dan kesehatan mental Anda.
Misalnya:
menolak pekerjaan tambahan ketika beban sudah penuh,
membatasi hubungan yang terus-menerus membuat stres,
menyediakan waktu khusus untuk beristirahat,
tidak selalu merasa harus menyenangkan semua orang.
Saat Anda menghargai batasan pribadi, orang lain juga cenderung akan lebih menghargai Anda.
5. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil
Sering kali seseorang hanya merasa dirinya berharga ketika berhasil mencapai target.
Padahal hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa orang yang memiliki growth mindset lebih mampu melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar daripada bukti bahwa dirinya tidak mampu.
Alih-alih berkata:
"Aku belum berhasil, berarti aku tidak cukup baik."
Cobalah berpikir:
"Aku sedang berkembang dan proses ini akan membuatku lebih baik."
Setiap langkah kecil yang Anda lakukan tetap memiliki nilai, bahkan jika hasil akhirnya belum sesuai harapan.
6. Rawat Diri sebagai Bentuk Penghargaan terhadap Diri Sendiri
Self-care bukan sekadar pergi berlibur atau membeli barang baru.
Dalam psikologi, self-care berarti memenuhi kebutuhan fisik dan emosional agar diri tetap sehat.
Beberapa bentuk self-care yang sederhana antara lain:
tidur yang cukup,
makan makanan bergizi,
rutin berolahraga,
melatih relaksasi atau meditasi,
memiliki waktu untuk melakukan hobi,
berbicara dengan orang yang dipercaya ketika sedang tertekan.
Ketika Anda merawat tubuh dan pikiran, secara tidak langsung Anda mengirimkan pesan kepada diri sendiri bahwa Anda layak untuk dijaga.
Mengapa Menghargai Diri Sendiri Sangat Penting?
Orang yang memiliki penghargaan diri yang sehat umumnya lebih mampu:
mengambil keputusan dengan percaya diri,
menghadapi kritik tanpa merasa hancur,
membangun hubungan yang lebih sehat,
mengelola stres dengan lebih baik,
bangkit lebih cepat setelah mengalami kegagalan.
Sebaliknya, ketika seseorang terus meremehkan dirinya sendiri, ia akan lebih mudah mengalami kecemasan, kehilangan motivasi, dan merasa tidak pernah cukup baik.
Karena itu, menghargai diri bukanlah bentuk kesombongan. Justru, inilah fondasi agar seseorang dapat berkembang secara sehat, baik dalam pekerjaan, hubungan, maupun kehidupan pribadi.
Penutup
Menghargai diri sendiri adalah sebuah proses, bukan tujuan yang bisa dicapai dalam semalam. Akan ada hari-hari ketika Anda merasa percaya diri, dan ada pula saat-saat ketika keraguan muncul kembali. Itu adalah bagian yang wajar dari perjalanan setiap manusia.
Mulailah dari langkah-langkah kecil: berhenti membandingkan diri dengan orang lain, berbicara kepada diri sendiri dengan lebih lembut, mengenali kelebihan, menetapkan batasan yang sehat, menikmati proses belajar, dan merawat diri secara konsisten.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
