
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan detoks digital. (Magnific/freepik)
JawaPos.com - Detoks digital bisa menjadi salah satu cara menghentikan ketergantungan terhadap smartphone hingga tablet. Sebab, meski memudahkan, terlalu 'lekat' dengan teknologi bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.
Detoks digital merupakan upaya untuk mengurangi atau membatasi penggunaan perangkat digital, seperti smartphone, komputer, tablet, maupun media sosial dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya bukan untuk sepenuhnya meninggalkan teknologi, melainkan memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas, beristirahat dari paparan digital yang terus-menerus.
Detoks digital juga tidak harus dilakukan dengan cara yang ekstrem. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba dalam kehidupan sehari-hari. Dilansir dari Cleveland Clinic dan Healthline, ada beberapa cara menerapkan detoks digital dalam kehidupan sehari-hari.
1. Tentukan Kebiasaan yang Ingin Diubah
Langkah pertama adalah mengetahui kebiasaan digital yang ingin dikurangi. Coba perhatikan penggunaan perangkat sehari-hari. Misalnya, apakah terlalu sering membuka media sosial, terus-menerus memeriksa notifikasi, terlalu lama membaca berita, atau merasa harus selalu terhubung dengan smartphone. Dengan mengetahui kebiasaan tersebut, akan lebih mudah menentukan bagian mana yang perlu dibatasi.
2. Buat Target yang Spesifik
Setelah mengetahui kebiasaan yang ingin diubah, tentukan target yang jelas dan realistis. Misalnya, membatasi penggunaan media sosial selama 15 menit dalam sehari atau menentukan batas waktu tertentu untuk menggunakan smartphone. Target yang spesifik dapat membantu membuat proses detoks digital lebih terarah dan mudah dilakukan secara konsisten.
3. Pantau Waktu Penggunaan Layar
Langkah selanjutnya adalah mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat digital. Sebagian besar smartphone sudah dilengkapi fitur yang dapat menunjukkan durasi penggunaan layar serta waktu yang dihabiskan pada setiap aplikasi.
Dengan melihat catatan tersebut, kamu bisa mengetahui aplikasi mana yang paling banyak digunakan. Dari sana, tentukan penggunaan yang perlu dikurangi agar waktu di depan layar lebih terkontrol.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022