Koleksi bertema Sabagya dalam gelaran Fashion Nation Senayan City, Minggu (20/9). (IST)
Jawapos.com - Menandai 25 tahun berkarier di panggung mode, Desainer Leny Rafael membawakan koleksi bertema Sabagya dalam gelaran Fashion Nation Senayan City, Minggu (20/9).
Bersama DW Exclusive, WOU Batik, dan KelasModelling.ID, Leny menghadirkan koleksi yang tetap menonjolkan wastra Indonesia. Menurut Leny, kekayaan wastra Indonesia memberikan ruang yang luas untuk terus dikembangkan ke dalam dunia fashion.
“Bagi saya wastra Indonesia sangat bernilai, kaya dan beragam serta sarat akan filosofi budaya. Sepertinya tidak akan habis ide untuk mengembangkan koleksi busana dari wastra Indonesia,” ujar Leny Rafael yang mewakili WOU Batik.
Leny juga berharap wastra Indonesia dapat digunakan dalam berbagai suasana dan diterima oleh lebih banyak kalangan. Menurut dia, kain tradisional tidak harus selalu hadir dalam bentuk busana yang identik dengan acara formal.
Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui peluncuran WOU Batik Kids. Dalam koleksi tersebut, batik dikemas menjadi busana anak yang lebih nyaman sekaligus tetap mengikuti perkembangan gaya.
“Dan, saya pun ingin wastra Indonesia bisa dipakai di segala suasana dan tentunya diterima oleh semua kalangan. Seperti hari ini WOU Batik Kids yang meluncurkan koleksi busana batik yang nyaman dan tetap stylish dikenakan khusus anak-anak, yang menurut saya masih belum banyak hadir di Indonesia,” ungkapnya Leny Rafael.
Upaya mengembangkan batik juga dilakukan WOU Batik melalui motif yang dirancang sendiri. Motif tersebut menjadi salah satu ciri khas brand yang dibangun Anton sebagai founder WOU Batik bersama Zulkifli sebagai partner brand.
Di panggung Fashion Nation 2026, eksplorasi wastra tersebut terlihat melalui koleksi Sabagya. Sebanyak 35 koleksi ditampilkan dalam lima sekuens, mulai dari busana anak, officewear, modestwear hingga busana luxury dan pesta.
Koleksi yang di tampilkan di Fashion Nation 2026 memperlihatkan batik dalam berbagai bentuk. Tidak hanya kain tradisional yang ditampilkan secara konvensional, batik dipadukan dengan motif garis, polkadot, bordir, renda, hingga embellishment payet.
Menurut Leny, keberagaman tersebut menjadi salah satu cara untuk membawa wastra Indonesia lebih dekat dengan kebutuhan fashion masa kini.
“Sepertinya tidak akan habis ide untuk mengembangkan koleksi busana dari wastra Indonesia,” ungkapnya.
Selain menjadi bagian dari perayaan 25 tahun berkarya, panggung Fashion Nation 2026 juga menjadi momentum bagi sejumlah brand yang terlibat. WOU Batik merayakan satu dekade perjalanannya sekaligus meluncurkan WOU Batik Kids. Sementara itu, DW Exclusive memperkenalkan koleksi perdananya.
Bagi Leny, rangkaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di industri mode. Setelah 25 tahun berkarya dan menghadirkan ribuan koleksi, eksplorasi terhadap wastra Indonesia masih menjadi salah satu ruang yang terus dikembangkan melalui berbagai bentuk busana.