Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 15.32 WIB

Jika Ingin Merangsang Kreativitas dengan Membandingkan Dua Hal, Lakukan 7 Cara Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membandingkan dua hal. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Pernahkah Anda mendapatkan ide menarik justru ketika sedang membandingkan dua hal yang sebenarnya tidak memiliki hubungan yang jelas?


Misalnya, Anda sedang memikirkan cara membuat sebuah bisnis lebih menarik, lalu tiba-tiba bertanya:

“Bagaimana kalau bisnis ini bekerja seperti taman bermain?”

Sekilas, bisnis dan taman bermain tidak berhubungan. Namun, pertanyaan sederhana tersebut dapat membuka cara berpikir baru. Taman bermain memiliki unsur pengalaman, kejutan, eksplorasi, hadiah, dan rasa ingin tahu. Unsur-unsur itu kemudian bisa diterapkan pada pengalaman pelanggan.

Di situlah kreativitas sering muncul.

Kreativitas tidak selalu berarti menciptakan sesuatu dari nol. Dalam banyak situasi, kreativitas justru muncul ketika pikiran menghubungkan, menggabungkan, memindahkan, atau mengubah elemen yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru.

Salah satu cara sederhana untuk memicu proses tersebut adalah dengan sengaja membandingkan dua hal.

Bukan sekadar bertanya, “Apa persamaan keduanya?”, tetapi menggali lebih jauh:

“Apa yang bisa saya pelajari dari cara sesuatu bekerja di tempat lain, lalu saya terapkan pada masalah yang sedang saya hadapi?”

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (3/10), terdapat tujuh langkah yang bisa digunakan.

1. Pilih Dua Hal yang Sekilas Tidak Berhubungan

Langkah pertama justru jangan mencari dua hal yang terlalu mirip.

Jika Anda ingin menghasilkan ide baru, cobalah mempertemukan dua konsep yang memiliki jarak cukup jauh.

Misalnya:

restoran dan perpustakaan,
olahraga dan pendidikan,
semut dan perusahaan,
musik dan produktivitas,
taman dan kantor,
permainan dan pemasaran,
perjalanan dan pengembangan diri.

Mengapa?

Karena ketika dua objek sudah sangat mirip, otak tidak perlu melakukan banyak pekerjaan untuk menemukan hubungan di antara keduanya.

Sebaliknya, ketika dua hal terlihat berbeda, Anda dipaksa mencari pola yang mungkin sebelumnya tidak terlihat.

Misalnya, tanyakan:

“Apa yang bisa dipelajari perusahaan dari cara semut bekerja?”

Pertanyaan tersebut terdengar aneh. Namun justru karena keanehannya, kita mulai memperhatikan karakteristik semut: pembagian tugas, komunikasi, koordinasi, adaptasi, dan kemampuan bekerja menuju tujuan bersama.

Dari sana mungkin muncul ide baru mengenai organisasi atau kerja tim.

Jadi, jangan takut memilih pasangan yang terasa “aneh”.

Semakin berbeda dua hal tersebut, semakin besar kemungkinan Anda menemukan hubungan yang tidak biasa.

Namun, ada satu catatan penting: perbedaannya harus tetap memungkinkan Anda menemukan beberapa karakteristik atau mekanisme yang dapat dibandingkan.

2. Jangan Membandingkan Benda, Bandingkan Cara Kerjanya

Kesalahan yang sering terjadi adalah membandingkan dua objek hanya berdasarkan bentuk atau penampilannya.

Misalnya:

“Apa persamaan antara jam dan pohon?”

Jika hanya melihat bentuk fisik, mungkin Anda akan kesulitan.

Tetapi ubah pertanyaannya menjadi:

“Bagaimana jam bekerja, dan bagaimana pohon bekerja?”

Sekarang ruang eksplorasinya menjadi lebih luas.

Jam memiliki sistem pengukuran waktu. Pohon memiliki proses pertumbuhan berdasarkan waktu. Jam memiliki struktur yang memungkinkan proses berlangsung secara teratur. Pohon juga memiliki sistem biologis yang saling berhubungan.

Dengan kata lain, jangan hanya mencari:

“Apa yang mirip?”

Cari juga:

“Bagaimana masing-masing hal menyelesaikan masalah?”

Ini merupakan perubahan penting dalam berpikir kreatif.

Anda tidak lagi membandingkan objek sebagai benda mati, tetapi sebagai sistem yang memiliki fungsi, proses, aturan, dan hubungan antarbagian.

3. Buat Daftar Persamaan Sebanyak Mungkin

Setelah memilih dua hal, jangan langsung mencari satu kesimpulan.

Ambil kertas atau buka catatan di ponsel.

Tuliskan nama objek pertama di sebelah kiri dan objek kedua di sebelah kanan.

Kemudian buat daftar sebanyak mungkin.

Misalnya Anda ingin mencari cara membuat sebuah aplikasi belajar menjadi lebih menarik.

Bandingkan:

Aplikasi belajar vs permainan.

Kemudian tuliskan:

Aplikasi belajar Permainan
memiliki tujuan memiliki tujuan
memiliki pengguna memiliki pemain
memiliki tantangan memiliki tantangan
memiliki kemajuan memiliki level
memberikan informasi memberikan umpan balik
membutuhkan motivasi membutuhkan motivasi
memiliki aturan memiliki aturan

Sekarang muncul sesuatu yang menarik.

Anda mungkin menyadari bahwa pengalaman belajar sebenarnya memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan permainan.

Dari sini lahir pertanyaan berikutnya:

“Bagaimana prinsip permainan dapat digunakan untuk memperbaiki pengalaman belajar?”

Pertanyaan tersebut jauh lebih produktif daripada sekadar bertanya:

“Bagaimana membuat aplikasi belajar lebih bagus?”

Kreativitas sering muncul bukan karena kita langsung mendapatkan jawaban, tetapi karena kita menemukan pertanyaan baru yang lebih menarik.

4. Cari Persamaan yang Tersembunyi di Balik Perbedaan

Ini adalah tahap yang lebih dalam.

Jangan berhenti pada persamaan yang terlihat jelas.

Cobalah bertanya:

“Apa fungsi yang sebenarnya sama meskipun bentuknya berbeda?”

Misalnya:

Peta dan rencana karier terlihat sangat berbeda.

Namun keduanya sama-sama dapat digunakan untuk:

menunjukkan posisi saat ini,
menunjukkan kemungkinan tujuan,
membantu menentukan arah,
menunjukkan alternatif rute,
membantu seseorang mengambil keputusan.

Sekarang muncul sebuah metafora:

Karier dapat dipandang seperti perjalanan menggunakan peta.

Metafora ini bisa menghasilkan pertanyaan baru:

Di mana posisi saya sekarang?
Ke mana saya ingin pergi?
Jalan mana yang tersedia?
Apa hambatan di perjalanan?
Apakah ada rute alternatif?
Kapan saya perlu mengubah arah?

Perhatikan apa yang terjadi.

Kita tidak sekadar menemukan persamaan.

Kita memindahkan cara berpikir dari satu bidang ke bidang lain.

Inilah salah satu alasan perbandingan dan analogi dapat menjadi alat yang kuat untuk menghasilkan gagasan.

5. Paksa Diri Membuat Hubungan yang Tidak Biasa

Pada tahap ini, cobalah melakukan sesuatu yang sedikit berbeda.

Ambil dua hal yang sudah Anda pilih dan buat beberapa kalimat:

“X seperti Y karena…”

Contohnya:

“Membangun bisnis seperti menanam pohon karena…”

Lalu lanjutkan:

keduanya membutuhkan waktu,
pertumbuhan tidak selalu terlihat setiap hari,
fondasi penting sebelum hasil terlihat,
kondisi lingkungan memengaruhi perkembangan,
terlalu banyak intervensi juga bisa mengganggu proses.

Sekarang ubah sudut pandangnya:

“Bagaimana jika bisnis benar-benar diperlakukan seperti pohon?”

Pertanyaan tersebut dapat menghasilkan berbagai gagasan.

Misalnya, daripada hanya mengejar pertumbuhan cepat, perusahaan mungkin memikirkan:

fondasi,
akar,
lingkungan,
regenerasi,
keberlanjutan,
kemampuan beradaptasi.

Tentu saja, analogi tidak berarti kedua hal tersebut benar-benar identik.

Justru di sinilah kita harus berhati-hati.

Analogi adalah alat untuk menghasilkan hipotesis, bukan bukti bahwa dua hal benar-benar sama.

Gunakan perbandingan untuk membuka kemungkinan, kemudian uji apakah gagasan tersebut masuk akal.

6. Gabungkan Satu Karakteristik dari A ke B

Sekarang masuk ke tahap yang paling praktis.

Pilih satu karakteristik dari objek pertama dan bayangkan karakteristik tersebut diterapkan pada objek kedua.

Misalnya:

Perpustakaan + restoran

Apa yang bisa dipindahkan dari perpustakaan ke restoran?

Perpustakaan memiliki:

suasana tenang,
pengelompokan berdasarkan kategori,
sistem pencarian,
pengalaman eksplorasi,
rekomendasi berdasarkan minat.

Sekarang tanyakan:

“Bagaimana restoran bisa menggunakan prinsip tersebut?”

Mungkin muncul ide seperti:

menu dikelompokkan berdasarkan pengalaman,
pelanggan dapat menemukan makanan berdasarkan preferensi,
restoran menyediakan rekomendasi menu personal,
terdapat area makan dengan suasana berbeda.

Tidak semua ide akan bagus.

Bahkan sebagian besar mungkin tidak berguna.

Namun tujuan latihan ini bukan menghasilkan satu ide sempurna dalam hitungan menit.

Tujuannya adalah memperbanyak kemungkinan kombinasi.

Setelah memiliki banyak kemungkinan, barulah kita melakukan penyaringan.

7. Uji: Apakah Perbandingan Ini Menghasilkan Sesuatu yang Baru?

Tahap terakhir sering dilupakan.

Setelah menemukan analogi atau perbandingan yang menarik, jangan langsung menganggapnya sebagai ide kreatif yang bagus.

Tanyakan tiga pertanyaan:

Pertama: Apakah hubungan ini benar-benar menghasilkan perspektif baru?

Jika jawabannya tidak, mungkin perbandingannya terlalu umum.

Kedua: Apakah ada sesuatu yang bisa dipindahkan?

Sebuah analogi akan lebih berguna jika memberikan prinsip, mekanisme, atau cara kerja yang dapat diterapkan pada masalah lain.

Ketiga: Apakah ide tersebut dapat diuji?

Ini penting.

Kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan hubungan yang unik.

Ide kreatif pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat digunakan, diuji, dikembangkan, atau setidaknya dipertimbangkan secara serius.

Misalnya:

“Bagaimana jika kantor dibuat seperti taman?”

Itu masih terlalu luas.

Tetapi:

“Bagaimana jika ruang kantor menyediakan beberapa jenis lingkungan seperti taman: area terbuka untuk interaksi, area tenang untuk fokus, dan area kecil untuk diskusi?”

Sekarang idenya menjadi lebih konkret.

Perbandingan telah berubah menjadi kemungkinan desain.

Mengapa Membandingkan Dua Hal Bisa Memicu Kreativitas?

Ada alasan psikologis yang menarik di balik latihan sederhana ini.

Pikiran manusia tidak hanya menyimpan informasi sebagai daftar fakta yang terpisah. Kita juga menghubungkan konsep, pengalaman, pola, dan hubungan antarhal.

Ketika dua konsep yang berbeda ditempatkan berdekatan, kita dapat terdorong untuk mencari hubungan di antara keduanya.

Bayangkan pikiran Anda memiliki jaringan yang sangat besar.

Satu konsep terhubung dengan banyak konsep lain.

Ketika Anda memunculkan:

“sekolah”

mungkin muncul berbagai konsep seperti:

guru, siswa, ujian, kelas, buku, aturan, pembelajaran.

Ketika Anda kemudian memasukkan:

“permainan”

muncul:

tantangan, level, hadiah, aturan, kompetisi, eksplorasi, umpan balik.

Beberapa konsep dari kedua jaringan tersebut memiliki titik temu.

Misalnya:

aturan — tujuan — tantangan — umpan balik — kemajuan.

Pertemuan itulah yang dapat menghasilkan ide baru.

Dengan demikian, latihan membandingkan dua hal sebenarnya merupakan cara sederhana untuk mengubah jalur asosiasi mental.

Gunakan Rumus Sederhana Ini

Jika Anda ingin melakukan latihan ini setiap hari, gunakan formula:

A seperti B karena C.

Contoh:

Belajar seperti olahraga karena keduanya membutuhkan latihan berulang untuk meningkatkan kemampuan.

Kemudian lanjutkan:

“Jika belajar diperlakukan seperti olahraga, apa yang akan berubah?”

Mungkin Anda akan berpikir tentang:

latihan singkat tetapi rutin,
pengukuran kemajuan,
peningkatan tingkat kesulitan,
pemulihan,
konsistensi,
umpan balik.

Kemudian ambil satu ide dan uji.

Itulah proses kreatif yang jauh lebih berguna daripada sekadar menunggu inspirasi.

Latihan 10 Menit untuk Melatih Kreativitas

Anda bahkan tidak membutuhkan waktu lama.

Coba lakukan latihan berikut selama 10 menit.

Menit 1: Pilih masalah

Misalnya:

“Bagaimana membuat rapat lebih efektif?”

Menit 2: Pilih objek acak

Misalnya:

“Restoran.”

Menit 3–5: Cari karakteristik restoran

Tuliskan:

ada menu,
ada urutan pelayanan,
ada pembagian tugas,
ada pelanggan,
ada waktu tunggu,
ada pesanan,
ada umpan balik,
ada standar kualitas.
Menit 6–8: Pindahkan karakteristik tersebut ke rapat

Misalnya:

rapat memiliki “menu” agenda,
peserta mengetahui urutan pembahasan,
setiap orang memiliki peran,
keputusan dicatat seperti pesanan,
waktu tunggu dikurangi,
ada standar hasil rapat.
Menit 9–10: Pilih satu ide

Tanyakan:

“Mana satu perubahan yang paling mudah diuji minggu ini?”

Selesai.

Anda baru saja menggunakan perbandingan lintas bidang untuk menghasilkan kemungkinan solusi.

Jangan Takut Menghasilkan Ide yang Jelek

Ada satu jebakan dalam latihan kreativitas: terlalu cepat menilai ide.

Ketika baru menghasilkan sebuah perbandingan, otak sering langsung mengatakan:

“Itu tidak masuk akal.”

Padahal, pada tahap awal kreativitas, beberapa ide memang akan terdengar aneh.

Jika setiap ide langsung disaring, eksplorasi menjadi terlalu sempit.

Lebih baik pisahkan proses menjadi dua tahap:

Tahap pertama: menghasilkan hubungan.

Tahap kedua: mengevaluasi hubungan.

Pada tahap pertama, berikan ruang bagi ide yang aneh.

Pada tahap kedua, gunakan logika untuk bertanya apakah ide tersebut relevan, realistis, dan berguna.

Dengan demikian, kreativitas dan evaluasi tidak saling menghambat.

Pada Akhirnya, Kreativitas Adalah Kemampuan Melihat Hubungan

Banyak orang menganggap kreativitas sebagai kemampuan menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.

Padahal, dalam praktiknya, banyak gagasan kreatif muncul melalui proses yang lebih sederhana:

mengambil sesuatu yang sudah diketahui, lalu melihatnya melalui hubungan yang berbeda.

Itulah mengapa pertanyaan seperti:

“Apa hubungan antara X dan Y?”

bisa menjadi latihan yang sangat kuat.

Anda dapat melatihnya dengan apa saja.

Bandingkan:

otak dan komputer,
bisnis dan ekosistem,
belajar dan olahraga,
karier dan perjalanan,
organisasi dan orkestra,
komunikasi dan lalu lintas,
kebiasaan dan taman.

Kemudian jangan berhenti pada pertanyaan:

“Apa persamaan keduanya?”

Naikkan satu tingkat:

“Apa yang bisa saya pelajari dari cara A bekerja, lalu saya terapkan untuk memahami atau memperbaiki B?”

Pertanyaan kedua jauh lebih dekat dengan proses menghasilkan ide.

Jadi, jika Anda merasa sedang kehabisan inspirasi, mungkin Anda tidak membutuhkan lebih banyak informasi.

Mungkin Anda hanya perlu mempertemukan dua hal yang selama ini tidak pernah Anda pikirkan bersama.

Karena terkadang, ide baru tidak muncul ketika kita melihat sesuatu yang benar-benar baru.

Ide baru muncul ketika kita melihat sesuatu yang lama dengan hubungan yang baru.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore