ilustrasi rambut rontok. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi. Zat gizi ini berperan dalam membangun sekaligus memperbaiki jaringan tubuh, termasuk setelah seseorang mengalami cedera atau melakukan aktivitas fisik.
Selain mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, protein juga dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi ketika kebutuhan energi dari sumber lainnya tidak mencukupi. Karena itu, mencukupi kebutuhan protein menjadi bagian penting dari pola makan sehari-hari.
Namun, asupan protein yang terlalu rendah dapat terjadi karena pola makan yang kurang seimbang, pembatasan jenis makanan tertentu, maupun kondisi lainnya.
Dilansir dari NDTV, terdapat sejumlah tanda yang dapat muncul ketika tubuh tidak memperoleh protein dalam jumlah yang cukup. Berikut beberapa di antaranya.
Salah satu tanda yang dapat berkaitan dengan kekurangan protein berat adalah edema. Kondisi ini dapat terlihat dari pembengkakan, terutama pada bagian kaki atau perut.
Ketika kadar protein dalam tubuh sangat rendah, keseimbangan cairan dapat terganggu sehingga cairan lebih mudah menumpuk di jaringan. Jika pembengkakan muncul dan menetap, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan.
Protein memiliki peran penting dalam mempertahankan massa dan kekuatan otot. Jika asupannya tidak mencukupi, tubuh dapat mengambil protein dari jaringan otot untuk memenuhi kebutuhannya.
Akibatnya, massa otot dapat berkurang dan aktivitas fisik terasa lebih berat. Kondisi ini juga patut diperhatikan pada orang lanjut usia yang lebih rentan mengalami kehilangan massa otot.
Sistem kekebalan tubuh membutuhkan berbagai nutrisi, termasuk protein, agar dapat bekerja dengan baik. Kekurangan protein dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan sistem pertahanannya.
Salah satu dampaknya adalah tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi atau membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali pulih.
Asupan protein yang kurang juga dapat memengaruhi jaringan seperti rambut, kulit, dan kuku. Beberapa perubahan yang mungkin terlihat antara lain rambut lebih mudah rontok, kuku menjadi rapuh, serta kulit terasa lebih kering.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak selalu disebabkan oleh kekurangan protein karena bisa berkaitan dengan berbagai faktor lainnya.
Protein dikenal dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Ketika konsumsi protein rendah, seseorang mungkin lebih cepat merasa lapar dan terdorong untuk mengonsumsi camilan lebih sering.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022