
Andy Wibowo, atlet Triathlon Indonesia, dalam acara peluncuran produk Ortuseight Spring 2027. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sepatu sudah menjadi perlengkapan utama dalam olahraga lari. Atlet lari maupun masyarakat awam yang berolahraga pasti menggunakan sepatu khusus agar performanya optimal.
Untuk itu, sangat penting memiliki jenis sepatu khusus yang digunakan untuk lari atau running. Seperti pengalaman dari Andy Wibowo, atlet triathlon Indonesia. Dia mengaku pemilihan perlengkapan sesuai kebutuhan sangat berperan membantu atlet mempersiapkan diri sebelum menghadapi perlombaan.
Pada sepatu, kini perkembangan teknologi sepatu lari tidak hanya berfokus pada bobot yang lebih ringan, tetapi juga pada kemampuan material dalam menghasilkan daya lontar atau energy return. Aspek tersebut dinilai penting, karena dapat memberikan efek pantulan yang optimal saat kaki menapak dan mendorong tubuh ke depan.
“Yang ingin kami maksimalkan pada seri ini adalah kemampuan foam-nya. Kami ingin memaksimalkan daya lontar atau energy return dari foam tersebut, sehingga efek pantulannya bisa benar-benar optimal,” kata Andy saat ditemui wartawan di Tangerang, Kamis (22/10).
Peningkatan teknologi material diharapkan dapat membantu atlet menjalani latihan secara lebih optimal. Dengan dukungan perlengkapan yang sesuai, atlet diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi.
Contohnya Lunar 2.0, sepatu Ortuseight Running. Sepatu itu menggunakan dua jenis komponen foam untuk menunjang performa saat berlari. “Pada Lunar 2.0, kami sudah berani menggunakan dua jenis komponen foam terbaik yang juga dipakai oleh merek-merek global untuk seri super mereka,” ujar Andy.
Lunar 2.0 memiliki ketebalan sol mencapai 45 milimeter, melebihi batas maksimal 40 milimeter dalam kompetisi atletik yang menerapkan ketentuan tersebut. Dengan spesifikasi itu, sepatu tersebut tidak dapat digunakan atlet elite dalam perlombaan yang mengikuti aturan batas ketebalan sol.
Sepatu dengan karakteristik seperti Lunar 2.0 lebih diarahkan untuk mendukung kebutuhan latihan. Sementara itu, atlet dapat menggunakan sepatu khusus perlombaan atau race shoes ketika bertanding.
“Sepatu ini lebih ditujukan untuk meningkatkan performa saat latihan. Dengan begitu, atlet bisa memaksimalkan kualitas latihannya. Harapannya, ketika mengikuti perlombaan dengan sepatu khusus untuk balapan, performanya juga bisa meningkat,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022