Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 April 2018 | 17.55 WIB

Kembali Salahkan Anak Buah, Sandi Akui Lalai Soal Sampah di Kolong Tol

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. - Image

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.


JawaPos.com - Kondisi kolong Tol Priok, Jakarta Utara masih memprihatinkan. Pasalnya, sampah yang menumpuk diperkirakan mencapai ratusan ton. Di tambah lagi, banyaknya bangunan liar dan pemulung memadati sekitaran kawasan tersebut.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku Pemprov DKI Jakarta telah lalai dalam mengurus lingkungan. Dirinya pun berterima kasih kepada media dan masyarakat yang telah memberi masukan serta informasi terkait kawasan itu.


"Saya akan koordinasikan karena ini bentuk kelalaian dari pengelola dan Pemprov DKI juga. Ini sudah berlangsung dari beberapa lama, ini menimbulkan efek yang sangat negatif," ujarnya di Lapangan IRTI Monumen Nasional (Monas), Rabu (25/4).


Sandi meminta warga yang tinggal di sekitar kolong tol agar tidak kembali membuang sampah atau menimbun sampah di kolong lagi. Dia berharap para pemulung berkoordinasi dengan bank sampah untuk menindaklanjuti sampah yang diambilnya.


"Aktivitas pemulung bisa dikoordinasikan untuk bank sampah dan yang tidak punya nilai ekonomis bisa dijadikan kompos, dan selalu kita dorong ke depan aktivitas masyarakat sesuai dengan amanat otoritas daerah," jelas Sandi.


Tak hanya itu, Politikus Partai Gerindra itu berjanji untuk berkoordinasi dengan badan pengelola jalan tol (BPJT) selaku pengelola untuk memagar kolong tol dalam rangka mencegah tumpukan sampah semakin tinggi.


"Nanti kita koordinasikan dengan aparat setempat maupun pemilik jalan tol karena di bawah sebetulnya kami harus koordinasi dengan pemilik Tol Priok yang selama ini (kawasannya) belum dipagar, belum dijaga dengan baik, akhirnya digunakan jadi pembuangan sampah ilegal," tandasnya.


Sebelumnya, Sandi sempat menyebutkan rencana mencarikan lahan untuk warga agar tidak lagi membuang sampah ditempat itu. Menurutnya, pembersihan kolong tol bukanlah kali pertama dilakukan, namun hal itu kembali terjadi karena belum adanya tempat pembuangan sampah (TPS).


"Ya nanti dicarikan. Itu tugas kami di Pemprov DKI untuk mengarahkan mereka, mencari lahan sementara mereka untuk bisa melakukan tempat pembuangan sampah sementara," kata Sandi, Jumat (20/4).

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore