Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2019 | 01.31 WIB

Sesuai Latar Novel, Film Bumi Manusia Gala Premiere di Surabaya

TAYANG BESOK: Proses syuting Bumi Manusia yang melibatkan Iqbaal Ramadhan dan Mawar de Jongh. (FALCON PICTURES) - Image

TAYANG BESOK: Proses syuting Bumi Manusia yang melibatkan Iqbaal Ramadhan dan Mawar de Jongh. (FALCON PICTURES)

JawaPos.com – Kota Surabaya menjadi lokasi pertama gala premiere film Bumi Manusia di XXI Surabaya Town Square besok (9/8). Film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu bakal menghadirkan 250 fans dari Jakarta. Sementara untuk Surabaya, bakal ada 3.000 orang yang datang.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi gala premiere film yang diproduksi Falcon Pictures itu bukan tanpa alasan. Frederica selaku produser menuturkan, latar novel Bumi Manusia ada di Surabaya. Tepatnya Kecamatan Wonokromo. ’’Jadi, mengapa tidak di Surabaya, kan?’’ urai perempuan 37 tahun tersebut saat dihubungi Jawa Pos kemarin (7/8).

Pemilihan Surabaya dilakukan setelah seluruh produksi film rampung. Begitu ditanya satu kata untuk menggambarkan Surabaya, perempuan yang juga produser film My Stupid Boss itu memilih kata pejuang. ’’Tunggu kami di Surabaya, ya,’’ katanya excited.

Demi tontonan yang berkualitas, ada pengalaman spesial yang dijalani para talent hingga kru saat proses produksi. Salah satunya dialami Mawar de Jongh. Pemeran Annelies itu mendapat treatment khusus. Yakni, tersungkur karena didorong Hanung.

Photo

BAGI KISAH: Dari kiri, Jerome Kurnia, Mawar de Jongh, dan Hanung Bramantyo. Dalam film Bumi Manusia, Hanung menjadi sutradara. Sementara itu, Jerome dan Mawar merupakan pemain film. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

’’Saya itu ngelihat Mawar kok aktingnya nggak natural sih. Akting nangis, tapi dibuat-buat. Duh, visualnya jadi jelek,’’ cerita Hanung saat berkunjung ke Graha Pena Jakarta beberapa waktu lalu.

Suami Zaskia Adya Mecca itu menilai, Mawar belum menjadi Annelies seutuhnya. Tak kehabisan akal, Hanung mencari cara supaya Mawar mengeluarkan emosinya dan menangis secara alami. Dia mendorong aktris kelahiran Medan itu hingga tersungkur.

Awalnya, Hanung meminta Mawar untuk mendorongnya. Tapi, Mawar tidak segera melakukannya. Tak menunggu lama, Hanung mendorong tubuh Mawar sekuat-kuatnya. Jadilah Mawar emosional dan menangis.

Ayah empat anak itu mengungkapkan, pemain perempuan yang pernah mendapat treatment khusus bukan hanya Mawar. Rianti Cartwright, kata dia, juga pernah memperoleh ’’pelajaran’’ khusus. Yakni, saat bermain film Ayat-Ayat Cinta. ’’Rianti saya ikat kencang dengan tali untuk mendapatkan efek menangis di visual film,’’ jelasnya.

Bumi Manusia dalam Angka


  • Tiga Bahasa: Bumi Manusia menggunakan tiga bahasa dalam dialog: Belanda, Melayu, dan Jawa. Hanung melibatkan sekitar 60 persen orang asli Belanda sebagai pemain.

  • Dua Setengah Hektare: Hanung menghadirkan Kota Surabaya di atas lahan 2,5 hektare. Lahan itu sempat digunakan untuk penggarapan film Sultan Agung pada 2018.

  • Tiga Jam: Tidak mau kalah oleh Avengers: Endgame, Bumi Manusia tampil di layar bioskop hingga tiga jam. Menurut Frederica, hal itu sesuatu yang wajar.

  • Novel Lima Ratus Halaman: Novel Bumi Manusia memiliki 500 halaman. Bumi Manusia masuk tetralogi Pulau Buru yang terbit pada 1980–1988.

  • Sembilan Lokasi Promo: Bocorannya, tim Falcon akan melakukan promosi di sembilan kota. Di antaranya, Surabaya, Jogjakarta, Semarang, Bandung, dan Jabodetabek.

  • Dua Lokasi Syuting: Selama dua bulan, Bumi Manusia diproduksi di dua tempat, Semarang dan Jogjakarta.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore