Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Desember 2021 | 23.48 WIB

Jarwo Me-Naif-kan Diri demi Mengobati Rindu Retropolis

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Musisi Fajar Endra Taruna alias Jarwo akhirnya tampil solo untuk kali pertama. Bukan sebagai gitaris, melainkan vokalis. Ya, personel grup band Naif tersebut menggelar konser tunggal perdananya di Hard Rock Cafe Jakarta pada Kamis (2/12) malam.

Acara tersebut dibuat untuk mengenalkan sederet lagu dalam album solo teranyarnya sebagai vokalis bertajuk Anti Rebahan. Setelah konser, Jarwo bertutur soal album barunya tersebut kepada jurnalis Jawa Pos Shafa Nadia.

Jawa Pos (JP): Apa makna atau konsep dari album Anti Rebahan ini?

Fajar Endra Taruna (FET): Sebenarnya cuma buat Kawanaif atau Retropolis (sebutan fans Naif, Red) buat nggak terlalu berlarut dengan gonjang-ganjing Naif. Karena di mindset mereka, Naif tuh bubar. Itu yang pengin gue putar balikkan bahwa Naif masih ada, nggak bubar. Cuma memang sekarang lagi ada urusan.

JP: Inspirasi lagu-lagu di album Anti Rebahan dari mana?

FET: Random sih. Lagu Bebas tuh liriknya ’Biarkan ku berjalan sendiri, jangan kau usik aku lagi’. Beberapa orang menangkap seakan-akan itu kondisi gue sekarang dengan teman-teman yang lama ini (Naif, Red). Dan, gue nggak tahu karena semua tertulis begitu aja, mengalir. Terus, lagu Penari Pagi, itu cerita tentang kupu-kupu.

JP: Kalau lagu Anti Rebahan yang didapuk jadi jargon nama album ini?

FET: Ya gue mencari apa yang sedang aktual pada saat itu, sebelum Covid-19 melonjak. Banyak di rumah, jadi rebahan mulu kan. Nah, gue berpikir nggak boleh begitu terus, gue harus anti rebahan, gitu.

JP: Di album ini, lu tidak membawa nama Naif. Alasannya?

FET: Ya nggak asyik karena Naif adalah band. Dan kalau berkarya pun di Naif tektokan saling sharing ngembangin ide, seru. Sementara di sini kan proses kreasinya gue benar-benar mengerjakan sendiri dan dibantu istri. Naif ini masih punya kita, bukan gue pribadi aja.

JP: Sederet lagu di album Anti Rebahan ini terdengar retro khas Naif banget, memang sengaja?

FET: Emang awalnya gue fokuskan untuk bikin lagu se-Naif mungkin, tapi jangan Naif. Karakter musik Naif kan udah khas banget di telinga masyarakat. Nah, itu yang gue masukin. Jadi, ya alhamdulillah kalau orang bisa nyebut gitu. Artinya tujuan gue me-Naif-kan berhasil sekaligus melepas rindu ke Retropolis dan Kawanaif.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore